Saat Anak Alami Gangguan Kecemasan Pasca Kriminalitas di Sekolah

Saat Anak Alami Gangguan Kecemasan Pasca Kriminalitas di Sekolah

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 07 Apr 2017 07:09 WIB
Saat Anak Alami Gangguan Kecemasan Pasca Kriminalitas di Sekolah
Foto: Thinkstock
Jakarta - Cemas bisa dialami anak ketika ada kasus kriminal yang mengerikan di sekolahnya, misalnya pembunuhan. Seperti yang terjadi baru-baru ini di SMA Taruna Nusantara, Magelang di mana seorang siswa dibunuh oleh temannya ditengarai dendam. Nah, ketika ada situasi seperti ini bukan tak mungkin cemas dirasakan siswa lainnya.

"Anak-anak pun bisa mengalami depresi dan anxiety (gangguan kecemasan). Contohnya beberapa waktu lalu saya ke SMA Taruna Nusantara. Di sana seluruh siswa cemas, khawatir temannya berbuat ini itu. Jadi, dengan adanya satu kejadian, seluruh (warga) sekolah bisa mengalami gangguan kecemasan," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr HM Subuh, MPPM dalam Temu Media di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).

Sebagai antisipasi, kata dr Subuh, para siswa mendapat pendampingan dari psikiater dan psikolog. Berangkat dari hal ini, dr Subuh menegaskan segala kejadian bisa saja menimbulkan gangguan mental emosional (cemas dan depresi) dapat terjadi, terlebih pada anak-anak. Hadir dalam kesempatan sama, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Diah Dewi Utami SpKJ, MARS yang mengatakan trauma memang bisa saja dialami siswa pasca terjadinya suatu kasus seperti pembunuhan di sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Anak-anak Juga Bisa Depresi, Yuk Kenali Tanda-tandanya

Pasca terjadinya peristiwa tersebut, disebutkan dr Diah para siswa juga warga sekolah lainnya masih dalam masa krisis. Nah, peran sekolah amat dibutuhkan bagi mereka yang terpapar langsung dengan kejadian tersebut, dalam hal ini murid-murid. Caranya, bisa dengan memberikan pendampingan dari psikolog atau psikiater.

"Jadi dilihat apakah pada anak tertentu memang mereka perlu pendampingan. Diupayakan supaya murid-murid ini tidak sampai terdampak. Biasanya disertai juga aktivitas di luar yang biasa dilakukan di sekolah, untuk merilis ketegangan mereka," kata dr Diah.

Sementara, untuk mencegah anak terdampak dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya, termasuk sekolah, peran orang tua juga penting. Jangan ragu mengajak anak bicara tentang apa yang terjadi di sekitarnya dan apa yang ia rasakan. Jika memang orang tua menduga anak mengalami gangguan kecemasan bahkan depresi, bicarakan pada anak tentang kekhawatiran dan kesedihannya kemudian jika diperlukan, mintalah bantuan profesional.

Baca juga: Potensi Depresi Seseorang Sudah Bisa Dilihat Sejak Masih Bayi (rdn/vit)

Berita Terkait