Haruskah Mendongeng Dilakukan dengan Alat Peraga?

Haruskah Mendongeng Dilakukan dengan Alat Peraga?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 12 Apr 2017 19:10 WIB
Haruskah Mendongeng Dilakukan dengan Alat Peraga?
Foto: Suherni Sulaeman/detikHealth
Jakarta - Mendongeng bisa dilakukan sambil menggunakan boneka jari, misalnya boneka jari dengan karakter hewan. Namun, bagaimana ya jika mendongeng dilakukan tanpa memakai boneka jari atau alat peraga lain?

Berangkat dari pengalamannya, salah satu personel Duo Musical Storytelling Sarang Cerita, Essenza Quranique Bachreisy atau Eca mengatakan, dengan menonjolkan dongeng musikal, mendongeng tanpa alat peraga seperti boneka jari dikatakan Eca bisa mengasah imajinasi anak.

"Tiap anak ibaratnya kepalanya beda-beda. Kalau kita dongengkan tentang tomat, bisa aja ada yang mikir tomat itu bulat atau rada gepeng. Terus warnanya bisa beda-beda," kata Eca ditemui usai Storytelling yang digelar detikHealth dan Sarang Cerita di PAUD Tunas Melati, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (12/4/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, deskripsi juga bisa diberikan pada anak melalui kata-kata. Atau, bisa juga menggunakan bahasa tubuh. Contohnya, untuk karakter tomat, dapat dibuat bagaimana seakan-akan tomat adalah tokoh dengan tubuh bulat. Selain itu, bisa juga dengan suara. Misalnya, untuk karakter harimau umumnya digunakan suara yang besar dan berat.

Sehingga, jika memang di rumah tak ada alat peraga, hanya bermodal suara dan mimik sudah bisa jadi senjata andalan agar kegiatan mendongeng jadi mengasyikkan untuk anak lho, Ayah dan Bunda. Meski memang, tak serta merta menirukan mimik atau suara karakter dalam dongeng mudah dilakukan.

Bicara soal imajinasi anak, beberapa waktu lalu psikolog anak dari Tiga Generasi, Chitra Annisya MPsi., Psikolog mengatakan anak memang bisa memiliki beragam imajinasi. Contohnya saat menggambar dan mewarnai, anak bisa membuat gambar dengan bentuk yang kadang jauh berbeda dari aslinya. Kemudian, bisa saja anak mewarnai pohon berdaun merah muda atau gunung berwarna biru.

Baca juga: Agar Makna Dongeng Sampai ke Anak, Jangan Lakukan Hal Ini Ya

Ketika anak melakukan itu, Chitra menyarankan orang tua membiarkan anak berkreasi dan jangan langsung salahkan anak kemudian memintanya mengganti gambar atau warna yang benar. Hanya saja, setelahnya orang tua bisa memberi 'pencerahan' untuk anak agar anak tahu yang benar.

"Kayak daun dia bisa lihat di jalan kalau daun di pohon warnanya hijau, tapi yang layu warnanya kuning. Ajak anak ke luar rumah sehingga dia melihat lingkungan sekitarnya dan dia mengenal berbagai macam objek yang bisa jadi objek dia menggambar atau mewarnai," kata Chitra.

Yang penting, jangan langsung salahkan anak ketika ia berimajinasi. Pasalnya, itu bisa membuat dia takut mencoba dan tidak berani mengekspresikan diri atau apa yang ada di dalam pikirannya.

Baca juga: Agar Dongeng Ayah dan Ibu Tak Terdengar 'Garing' untuk si Kecil (rdn/up)

Berita Terkait