Sabtu, 15 Apr 2017 15:03 WIB

Studi Sebut Kasus Kanker pada Anak Meningkat Secara Global

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Kanker merupakan penyakit paling mematikan dan bisa terjadi pada siapa saja termasuk pada anak. Nah, studi baru-baru ini menyebutkan kasus kanker pada anak mengalami peningkatan sebesar 13 persen di seluruh dunia.

Studi dari International Agency for Research on Cancer (IARC) ini menyebutkan angka tersebut meningkat dibandingkan dengan kasus pada tahun 1980-an. Dalam studinya, peneliti mencari data berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari hampir 300 ribu kasus dari 2001-2010 di seluruh dunia.

Studi yang diterbitkan di jurnal Lancet Oncology menyebutkan kasus kanker yang paling banyak terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun adalah leukemia atau kanker darah. Kanker ini juga menyumbang sepertiga dari kasus kanker di bawah usia 15 tahun.

"Di urutan nomor dua, yang menyumbang kasus sebanyak 20 persen adalah tumor pada sistem saraf pusat. Selanjutnya adalah kanker limfoma sebanyak 12 persen," ucap direktur IARC, Christopher Wild.

Baca juga: 'Benih' Kanker pada Anak Bisa Muncul Sejak Masih di Kandungan

Nah, sedangkan kasus kanker yang terjadi pada anak di bawah usia lima tahun, sepertiga kasusnya terjadi akibat tumor embrional, seperti neuroblastoma, retinoblastoma, nefroblastoma, atau hepatoblastoma.

"Pada anak, kanker lebih mudah berkembang. Hal ini dipicu oleh keadaan genetik dibandingkan pada orang dewasa," ucap Wild dikutip dari Indian Express.

Sementara, kasus kanker yang paling sering terjadi pada remaja (15-19 tahun), yaitu kanker limfoma sebanyak 23 persen. Kemudian diikuti oleh klasifikasi dari karsinoma dan melanoma sebanyak 21 persen.

"Informasi tentang kejadian kanker pada orang muda sangat penting untuk meningkatkan kesadaran. Selain itu untuk lebih memahami dan mencegah daerah yang mengabaikan kesehatan," pungkas Wild.

Baca juga: Cute! Potret 3 Survivor Kanker Anak Selama 4 Tahun Berturut-turut (up/up)
News Feed