Namun bila dibandingkan dengan hewan di alam liar, manusia termasuk spesies yang sedikit melakukan kanibalisme. Apa alasannya?
Menurut ahli sains dan broadcaster ABC Australia Dr Karl Kruszelnicki pertama tentu karena manusia memiliki akal berbeda dengan hewan. Pada awalnya kanibalisme ini muncul sebagai cara untuk bertahan ketika sumber makanan sedikit, namun semakin maju sebelum abad ke-20 kanibalisme ini lebih populer dalam bentuk menggunakan bagian tubuh tertentu sebagai bahan obat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kembalikan Nutrisi, Kati Mengonsumsi Plasenta Sendiri dengan Cara Dijus
Dari segi nutrisi Karl mengatakan daging manusia juga sebetulnya kurang baik. Bila dibandingkan dengan hewan buruan seperti mamut contohnya berpotensi dapat memberikan energi sekitar 3,5 juta kalori, kuda 200 ribu kalori, sementara manusia hanya sekitar 32 ribu kalori.
"Jadi untuk manusia modern seekor mamut bisa membuatnya hidup selama 1.700 hari, seekor kuda 96 hari, tetapi bila mengonsumsi manusia lain energi yang diberikan hanya untuk 15 hari," kata Karl seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (27/4/2017).
Penulis buku 'Eat Me' Bill Schutt menambahkan lebih jauh kanibalisme juga tak populer karena rentan memicu penyakit tertentu. Sebagai contoh ada penyakit kuru dan sapi gila bagi siapa saja yang biasa mengonsumsi otak manusia lain.
"Penyakit tersebut adalah penyakit saraf yang buruk karena merusak sistem saraf yang ada," pungkas Bill.
Baca juga: Kuru, Penyakit Langka Akibat Makan Otak Manusia
(fds/vit)











































