Selasa, 09 Mei 2017 13:03 WIB

Gara-gara Cotton Bud, Ribuan Anak Dilarikan ke UGD Tiap Tahun

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Membersihkan telinga anak dengan cotton bud bisa dianggap sesuatu yang lumrah dilakukan. Padahal, cara ini berisiko membuat anak 'dikirim' ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapat penanganan.

Berdasarkan studi yang dipublikasi di The Journal of Pediatrcis baru-baru ini, penggunaan cotton bud 'mengirim' ribuan anak ke UGD tiap tahunya. Di bulan Mei 2017, peneliti Nationwide Children's Hospital menganalisa data kunjungan UGD selama 21 tahun, dari tahun 1990 sampai 2011.

Diketahui, sekitar 263 ribu anak dilarikan ke UGD dengan cedera yang terkait penggunaan cottonbud. Ini berarti rata-rata ada 12.500 cedera tiap tahunnya, atau 34 cedera per hari. Meski cotton bud dilaporkan dipakai ketika anak bermain, tapi hampir 73 persen cedera terjadi ketika anak menggunakannya untuk membersihkan telinganya.

"Lebih dari 3 per 4 anak membersihkan sendiri telinganya, sementara yang lain telinganya dibersihkan orang tua atau saudaranya. Dua per tiga anak yang mengalami cedera berusia di bawah 8 tahun," kata salah satu peneliti dari Department of Pediatric Otolaryngology di Nationwide Children's Hospital, Kris Matana, MD, dikutip dari Woman's Day.

Baca juga: Meniup Telinga Anak yang Kemasukan Air, Risikonya Pecah Gendang Telinga

Matana mengatakan, masalah yang dialami di antaranya telinga tersumbat yang menyebabkan sakit dan iritasi, perforasi gendang telinga, atau cedera di jaringan lunak. Kebanyakan anak bisa ditangani tepat waktu dan hanya 1 persen yang mengalami masalah lebih lanjut seperti kerusakan gendang telinga dan tulang pendengaran yang mengakibatkan telinga berdenging, masalah keseimbangan, dan kehilangan pendengaran.

"Dua miskonsepsi terbesar yang saya dengan sebagai otolaryngologist adalah lubang telinga perlu dibersihkan di rumah dan cotton bud adalah alat terbaik untuk melakukannya. Keduanya tidak benar. Lubang telinga punya sistem membersihkan dirinya sendiri. Memakai cotton bud membersihkan telinga justru mendorong kotoran telinga masuk ke dalam dan berisiko menimbulkan cedera," kata Matana.

Untuk membersihkan telinga, disarankan memakai kompres hangat di bagian luar telinga. Jika memang telinga terasa mengganjal, disarankan untuk membersihkannya ke dokter. Jika memang terpaksa menggunakan cotton buda, dr Darnila Fachruddin, SpTHT-KL dari RS THT Bedah Prof Nizar, Jakarta, mengatakan cotton bud hanya digunakan untuk membersihkan bagian luar telinga.

"Namun tetap harus orang tua yang melakukan. Kalau anak diberikan cotton bud atau mungkin ia menemukan cotton bud lalu memakainya sendiri, dikhawatirkan akan masuk terlalu dalam dan mengakibatkan luka di gendang telinga," kata dr Darnila.

Baca juga: Tak Perlu Dikorek, Ada Kotoran di Lubang Telinga Masih Wajar (rdn/vit)