Selasa, 23 Mei 2017 10:05 WIB

Studi: Tinggal Dekat Neneknya, Anak Berisiko Kegemukan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tinggal berdekatan dengan kakek nenek memang memudahkan orang tua untuk menitipkan buah hatinya saat bekerja. Akan tetapi peneliti mewanti-wanti dampak keadaan ini terhadap risiko obesitas anak.

Hal ini dilaporkan tim peneliti dari University of Birmingham dengan melakukan pengamatan di China.

Peneliti memfokuskan pengamatannya pada keluarga yang tinggal di pedesaan kemudian pindah ke kota Guangzhou, China bagian selatan. Di China memang terjadi gelombang perpindahan keluarga dari desa ke kota yang besar karena alasan ekonomi.

Pada keluarga yang meninggalkan anak-anaknya dalam pengasuhan kakek nenek mereka di desa, terjadi peningkatan kecenderungan obesitas pada anak-anak mereka. Sebaliknya ini tidak terjadi pada mereka yang tinggal berjauhan dengan kakek neneknya.

"Di China, orang masih percaya bahwa anak yang gemuk itu identik dengan sehat dan makmur, jadi kakek nenek yang mengurus cucunya cenderung memberi makan secara berlebihan," terang peneliti, Dr Bai Li seperti dilaporkan Science Daily.

Di samping itu, anak yang tinggal di perkotaan dianggap tak punya banyak kesempatan untuk ngemil atau jajan sepulang sekolah karena harus mengejar bis atau kendaraan umum agar bisa sampai di rumah misalnya.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa anak-anak yang tinggal di perkotaan masih rentan mengalami kelebihan berat badan karena kurangnya pengawasan orang tua atau pengaruh lingkungan yang tidak sehat. Salah satu dampaknya terlihat ketika anak terdorong atau terpengaruh untuk makan makanan yang tak sehat.

Baca juga: Soal Asuh Anak, Kakek-Nenek Disebut Banyak yang Tak Up To Date

Tak hanya soal makanan, kakek nenek juga cenderung memanjakan saat membelikan cucunya mainan. Rata-rata anak dibelikan mainan yang tidak sesuai dengan usianya. Padahal memilih mainan yang tepat dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya sangatlah penting bagi anak.

"Kalau dengan mertua ketemu sebulan sekali tidak apa-apa, tapi kalau hampir setiap hari butuh pengarahan. Kendalanya yang sering saya temui pada orang tua kadang kakek neneknya itu nggak terima. Akan lebih baik kalau para kakek nenek itu juga diajak seminar dan sharing untuk membuka wawasan," kata psikolog perkembangan anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Agar Lebih Aman, Saat Cium Cucu Sebaiknya Kakek dan Nenek Sudah Divaksin

(lll/vit)