Minggu, 28 Mei 2017 12:29 WIB

Ini Pentingnya Ada 'Toilet Ramah Menstruasi' di Sekolah

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Meski termasuk bagian normal dari masa pubertas, menstruasi di kalangan pelajar putri kerap menjadi masalah. Termasuk tidak adanya 'toilet ramah menstruasi' di sekolah yang membuat mereka cenderung malu menghadapi siklus bulanan tersebut.

Jananantari, M.Pd dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah menyebut salah satu syarat toilet ramah menstruasi adalah terpisah antara toilet laki-laki dan perempuan. Selain itu juga harus bisa dikunci dari dalam, serta ada persediaan air untuk membersihkan diri.

Syarat lainnya adalah tersedia pembalut bagi pelajar putri yang lupa membawa sendiri, atau tiba-tiba mendapatkan menstruasi. Juga harus ada tempat sampah khusus untuk membuang pembalut kotor.

"Biasanya ada P3 itu sudah ada pembalut, karena mereka ganti itu malu buangnya kemana, dan di situ biasanya disediakan plastik-plastik untuk membungkusnya," kata Jananantari, dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca juga: Kebersihan Tak Dijaga, Penyakit Ini Bisa Menyerang Saat Menstruasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menurut Jananantari telah mendorong tersedianya toilet ramah menstruasi di jenjang sekolah dasar hingga menengah. Kesadaran tentang pentingnya kebersihan, menurutnya perlu ditanamkan sejak anak perempuan pertama kali mendapatkan menstruasi.

Adanya toilet ramah menstruasi, diharapkan juga bisa mengurangi perasaan tidak nyaman dan bahkan mungkin bullying terkait masa pubertas.

Baca juga: Masih Jarang Dibahas, Yuk Mulai Perhatikan Kesehatan Menstruasi

(up/up)