ADVERTISEMENT

Rabu, 31 Mei 2017 08:45 WIB

Ini yang Harus Dilakukan Jika Anak Mengalami Diare Saat Puasa

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Diare menjadi salah satu gangguan di bulan Ramadan, apalagi bila terjadi pada anak-anak yang tengah bersemangat menjalankan puasa. Bagaimana mengatasinya?

dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH dari RS Mayapada Tangerang menjelaskan bahwa puasa sebenarnya tidak berkaitan dengan diare. Biasanya diare disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri atau virus.

Diare adalah keluarnya tinja yang berbentuk cair dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Apabila frekuensi buang air besar masih normal, anak dapat melanjutkan berpuasa hingga berbuka. Namun yang perlu dikhawatirkan adalah jika frekuensinya sudah di atas normal.

Baca juga: Plus Minus Berbuka Puasa dengan Es Teh Manis

"Kalau sekali sih tidak apa-apa, tapi kalau lebih dari 4 kali lebih baik dibatalkan," tutur dr Roy kepada detikHealth.

Jika semakin parah, diare dapat menyebabkan dehidrasi, apalagi saat puasa tidak ada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa seseorang, terutama jika terjadi pada anak-anak. Karena sistem kekebalan tubuh anak-anak lebih rentan dari pada orang dewasa.

"Segera beri obat diare," pungkasnya.

Selain harus diobati, cairan dan ion yang hilang karena diare juga harus segera diganti. Berikan beberapa teguk air putih atau larutan oralit dengan dosis yang cukup. Sarankan anak untuk beristirahat agar daya tahan tubuhnya kembali pulih seperti sedia kala.

Baca juga: Ini Alasan Ilmiah Ayah Tampak Lebih Sayang ke Anak Perempuan

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT