Senin, 05 Jun 2017 15:05 WIB

Bila Begini Penanganannya, Kanker pada Anak Masih Bisa Disembuhkan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Kanker adalah penyakit yang sangat mengerikan, apalagi jika terjadi pada anak-anak. Namun menurut peneliti Amerika Serikat, dengan strategi penanganan yang lebih baik, pasien kanker anak dapat hidup lebih lama dan mengurangi risiko masalah kesehatan yang lebih serius.

Menurut pemimpin penelitian ini, Todd Gibson dari Rumah Sakit St. Jude Children's Research di Memphis, pasien kanker pada anak-anak yang mendapatkan penanganan lebih modern seperti pengurangan paparan radiasi atau pemberian dosis kemoterapi yang lebih rendah akan merasakan perubahan yang lebih baik.

Penelitian tersebut didasarkan pada analisis data terhadap 23.600 peserta Childhood Cancer Survivor Study yang didanai oleh National Institutes of Health. Hasilnya, dalam 15 tahun terakhir, diagnosis kanker pada anak turun 8,8 persen pada tahun 1990-an dari yang semula sebesar 12,7 persen pada tahun 1970-an.

Baca juga: Dikira Kena Virus Biasa, Ternyata Balita Ini Idap Leukimia

Penurunan diagnosis terbesar terjadi pada kasus tumor Wilm's, kanker ginjal langka yang sering terjadi pada anak-anak. Komplikasi serius yang timbul di kemudian hari turun menjadi 5 persen pada tahun 1990-an dari yang semula 13 persen di tahun 1970-an.

Sedangkan pada penyintas penyakit limfoma Hodgkin atau sering disebut kanker getah bening di masa kanak-kanak, tingkat komplikasi serius yang timbul turun menjadi 11 persen dari 18 persen di tahun 1970-an. Hal yang sama juga terjadi pada penyintas astrocytoma (kanker otak) dan leukemia limfoblastik akut, yaitu kanker anak yang paling sering terjadi.

Namun menurut penelitian, tidak ada penurunan risiko masalah kesehatan yang lebih serius untuk jangka panjang pada penyintas kanker neuroblastoma, leukemia myeloid akut, sarkoma jaringan lunak, dan osteoscarcoma.

Perbaikan kondisi juga terlihat pada penyakit yang berkaitan dengan kondisi endokrin seperti diabetes, penyakit tiroid atau kekurangan hormon pertumbuhan. Para peneliti menemukan, masalah endokrin turun menjadi 1,6 persen pada pasien kanker anak yang disurvei di tahun 1990-an dari yang semula 4 persen pada 1970-an.

Munculnya kanker sekunder di kemudian hari juga menurun menjadi 1,6 persen pada 1990-an, dibandingkan dengan 2,4 persen pada 1970-an.

Kondisi gastrointestinal (saluran pencernaan) dan neurologis (otak dan sistem saraf) pada pasien kanker anak juga membaik. Namun, tidak ada tingkat perbaikan pada kondisi jantung atau paru-paru.

"Tidak hanya akan lebih banyak anak yang dapat disembuhkan, namun juga dapat mengurangi risiko masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari," tambahnya.

Baca juga: Kisah Gadis Kecil Kena Kanker Mematikan Usai Terbentur Kepalanya (lll/up)