Sabtu, 24 Jun 2017 18:26 WIB

Kebanyakan Main Gadget, Level Aktivitas Remaja Setara dengan Lansia

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: GettyImages/Matthew Lloyd Foto: GettyImages/Matthew Lloyd
Jakarta - Menghabiskan waktu bersama gadget menjadi keseharian hampir semua generasi muda dewasa ini. Fakta ini diamini oleh banyak pihak tetapi mungkin tidak banyak yang sadar dengan dampaknya.

Penelitian terbaru mengungkap kebiasaan itu mengakibatkan rata-rata remaja dan orang dewasa muda di Amerika memiliki keaktifan fisik seperti halnya lansia berusia 60-an tahun.

Peneliti mengungkap fakta ini setelah mengamati data lebih dari 12.500 orang dari berbagai rentang usia yang dipakaikan alat pelacak aktivitas selama 7 hari berturut-turut.

Lebih dari 25 persen remaja laki-laki dan 50 persen remaja perempuan berusia 6-11 tahun serta 50 persen pria muda dan 75 persen wanita muda berusia 12-19 dilaporkan memiliki aktivitas fisik yang rendah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan sedikitnya 60 menit olahraga sedang atau berat untuk mereka yang berusia 5-17 tahun. Tetapi mereka yang diamati dalam penelitian justru tidak ada yang memenuhi rekomendasi tersebut.

"Tingkat aktivitas fisik para remaja dewasa ini sungguh mengkhawatirkan, dan ternyata di usia 19 tahun, mereka sudah bisa dibandingkan dengan orang-orang berusia 60-an," ungkap peneliti, Vadim Zipunnikov dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore seperti dilaporkan Medical News Today.

Baca juga: Studi: Rajin Olahraga Saat Remaja, Risiko Diabetes Pun Menurun Saat Dewasa

Fakta lain yang ditemukan peneliti adalah satu-satunya masa di mana terjadi kenaikan aktivitas fisik pada generasi yang sama hanya berlangsung pada usia 20-an, namun begitu memasuki usia paruh baya dan lansia, aktivitas fisik mereka menurun kembali.

Bahkan meski para pria dilaporkan lebih aktif berolahraga dibanding wanita, ketika memasuki usia paruh baya, aktivitas fisik mereka akan berkurang drastis. Dan di kalangan lansia, pria dilaporkan memiliki tingkat aktivitas yang lebih rendah daripada wanita, meski hanya yang intensitasnya ringan.

Lewat studi ini, peneliti juga mencoba mengidentifikasi waktu-waktu di mana aktivitas fisik paling sering dilakukan dan tidak. "Untuk anak usia sekolah, jendela aktivitasnya berkisar pada jam 2 siang hingga 6 petang. Dari sini kita mungkin bisa memodifikasi jadwal harian mereka dan menyelipkan kegiatan fisik di sela-selanya," kata Zipunnikov.

Alternatif lainnya adalah di pagi hari, di mana anak-anak dan remaja biasanya tidak terlalu banyak beraktivitas. "Jenis aktivitas fisiknya juga tak melulu yang sedang atau berat, tetapi juga yang intensitasnya rendah, ini harus sama-sama didorong," tutupnya.

Kurangnya aktivitas fisik berulang kali dikampanyekan dapat memicu kematian dini atau munculnya beragam penyakit serius semisal penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, depresi dan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Selain Sehat, Anak-anak yang Aktif Bergerak Juga Akan Baik Akademisnya (lll/up)