Penelitian telah menunjukkan bahwa efek imunisasi akan lebih kuat ketika bayi dapat tidur lama dan nyenyak sesudahnya. Itulah mengapa beberapa orang tua secara proaktif memberikan acetaminophen (Tylenol) untuk menghilangkan rasa sakit dan menurunkan demam.
Menurut peneltiian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, bayi akan tidur lebih nyenyak jika vaksinasi diberikan setelah pukul 13:30, terlepas dari apakah bayi telah diberi obat apapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayi tidur sekitar 70 menit lebih lama dalam waktu 24 jam pertama setelah suntikan, terutama jika imunisasi diberikan seteleh pukul 13:30. Efek ini tidak berhubungan dengan usia, berat badan, atau pemberian asetaminofen. Kebanyakan bayi juga menunjukkan peningkatan suhu tubuh, yang menunjukkan bahwa vaksin sudah mulai bekerja. Bayi yang suhu tubuhnya meninggi setelah vaksinasi juga tidur lebih lama.
"Berdasarkan apa yang kami letahui saat ini tahu tentang tidur dan sistem kekebalan tubuh, orang tua sebaiknya mencoba membantu bayinya untuk dapat tidur nyenyak sebelum dan setelah imunisasi," kata peneliti, Linda Franck, perawat pediatrik di University of California, San Francisco seperti dilansir healthday.com, Jumat (2/12/2011).
Dr Carol Baker, profesor dokter anak sekaligus pakar virologi molekuler dan mikrobiologi di Baylor College of Medicine di Houston mengatakan bahwa keputusan pemberian asetaminofen secara proaktif sebelum imunisasi sebaiknya diserahkan kepada orang tua dan dokter anak. Sebab, beberapa orang tua merasa tidak nyaman jika bayinya yang baru berusia 2 bulan mengalami demam atau diberi obat.
(ir/ir)











































