Menurut sebuah penelitian di Univeristy of Michigan, kecenderungan orangtua untuk memaksa anaknya makan terbukti meningkatkan risiko kegemukan. Akibatnya juga tidak bagus, sebab kegemukan dan kurang gizi sama-sama tidak baik untuk kesehatan anak.
Jika sering dipaksa oleh orangtuanya untuk makan, anak-anak akan kehilangan sinyal rasa kenyang. Lama-lama perutnya akan terbiasa untuk mengonsumsi makanan sebanyak-banyaknya, sehingga pada usia 3 tahun jadi lebih rentan untuk menghadapi masalah berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecenderungan itu dibuktikan saat para peneliti mengamati perilaku 1.218 orangtua dalam memberi makan anaknya. Pengamatan dilakukan di laboratorium sebanyak 3 kali, masing-masing saat anak-anak tersebut masih berusia 15 bulan, 2 tahun dan 3 tahun.
Dalam setiap pengamatan, para peneliti melihat perilaku orangtua dan juga mengukur berat badan anak-anak tersebut. Hasil pengamatan perilaku maupun pebngukuran berat badan itu kemudian dibandingkan di akhir penelitian, ketika anak-anak itu sudah berusia 3 tahun.
Tmpak dari hasil pengamatan, anak-anak yang sering dipaksa untuk makan oleh orangtuanya cenderung lebih gemuk saat berusia 3 tahun. Perbedaannya tidak terlalu besar, namun cukup menunjukkan adanya pengaruh dari perilaku para orangtua saat memberi makan.
"Jadi kebanyakan anak tidak mau makan, tapi para orangtua cenderung megnatakan, 'Ayo sayang, makan, makan, makan!'," kata Julie Lumeng yang memimpin penelitian itu dan mempublikasikannya di American Journal of Clinical Nutrition seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/2/2012).











































