Bayi yang tidak disebutkan identitasnya ini meninggal pada 28 September 2011 di Maimonides Hospital setelah terinfeksi herpes melalui ritual sunat keagamaan yang memicu kontroversi.
Penyelidikan yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebab kematian ini terdaftar sebagai 'disseminated herpes simplex virus Type 1' yang terjadi akibat komplikasi dari ritual sunat dengan hisap mulut, seperti dikutip dari NYdailynews, Senin (12/3/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ritual yang dalam bahasa Ibrani disebut dengan metzitzah b'peh ini dipraktekkan secara eksklusif dalam masyarakat ultra Orthodox dan pada tingkat yang lebih rendah dalam komunitas Yahudi Orthodox.
Dalam prakteknya, rabbi atau mohel akan menghilangkan kulup penis dan kemudian membersihkannya dengan cara menghisap darah di luka. Meski sudah berusia ratusan tahun, tapi para pejabat mengungkapkan bahwa hal ini meningkatkan risiko pada bayi.
Pada saat itu ditemukan 3 bayi memiliki herpes yang dilakukan oleh Rabbi Yitzchok Fischer. Diantara ketiga bayi tersebut, dua diantaranya merupakan bayi kembar yang melakukan ritual pada Oktober 2004.
Infeksi neonatal herpes simplex virus merupakan salah satu jenis infeksi yang paling parah dan sebagian besar terjadi saat bayi dilahirkan dan hanya sedikit yang terjadi di dalam rahim. Herpes neonatal ini bisa disebabkan oleh infeksi HSV-1 atau HSV-2.
Sedangkan disseminated infection adalah bentuk yang paling parah dari herpes neonatal dengan angka kematian sebesar 85 persen untuk neonatus yang tidak diobati. Hal ini biasanya diamati ketika bayi berusia 5-9 hari.
Tanda-tanda yang muncul meliputi iritabilitas, kejang, gangguan pernapasan, sakit kuning dan syok. Namun infeksi disseminated ini kadang sulit dideteksi karena gejalanya nonspesifik.











































