Dokter Salah Diagnosa, Bayi Meninggal Karena Cacar Air

Dokter Salah Diagnosa, Bayi Meninggal Karena Cacar Air

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 04 Mei 2012 10:35 WIB
Dokter Salah Diagnosa, Bayi Meninggal Karena Cacar Air
Lewis Mullins (dok. dailymail)
Maltby, Inggris - Cacar air atau chicken pox bila ditangani dengan sebenarnya tidaklah berbahaya. Namun seorang bayi harus meninggal akibat menderita cacar air setelah dokter salah mendiagnosanya.

Tiga kali dalam tiga hari, Jodie Conlay (28 tahun) membawa bayinya Lewis Mullins (12 bulan) ke rumah sakit karena menderita cacar air. Namun setiap kali datang, dokter hanya memberi obat penghilang rasa sakit dan menyuruhnya membawa Lewis pulang.

Dan pagi hari setelah kunjungan rumah sakit berikutnya, Lewis ditemukan sudah meninggal di atas tempat tidurnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain cacar air, Lewis telah mengembangkan infeksi bakteri yang cepat menyebar ke seluruh tubuhnya. Kondisi tersebut sebenarnya bisa diidentifikasikan dengan tes rutin dan diobati dengan antibiotik.

Tapi sebaliknya, sang dokter justru memberi Lewis obat penghilang rasa sakit standar untuk membuatnya lebih nyaman dan segera mengirimnya pulang.

"Saya hanya berharap mereka mendengarkan saya," jelas Jodie Conlay, ibunda Lewis yang berasal Maltby, Inggris, seperti dilansir Dailymail, Jumat (4/5/2012).

Conlay menggambarkan putra kecilnya bagaikan 'chunky monkey' yang menikmati kesehatan normalnya sampai jatuh sakit karena cacar air.

Muncul ruam berair di wajahnya, suhu tubuh naik, mengalami masalah pernapasan dan gemetaran. "Wajahnya bengkak, rasanya seperti ia sedang di ring tinju bersama Mike Tyson," ujar ibunya.

Conlay mengajak Lewis ke Rotherham’s NHS walk-in centre pada Rabu 30 Maret 2011 dan diberitahu bahwa ia telah terinfeksi cacar air. Lewis kemudian diperiksa oleh dokter umum Dr Ali Kouchouk. Sayangnya, dokter tidak mendapatkan informasi dari si perawat. Conlay pun dipulangkan dengan diberi obat anti-virus untuk mengobati gejala putranya.

Tapi pada hari berikutnya, Conlay dan pasangannya Andrew Mullins (32 tahun) melihat Lewis telah mengembangkan ruam yang berbeda dan mendengus seolah kesakitan.

Pemeriksaan kasus meninggalkan Lewis masih terus berlanjut dan akan disidangkan.




(mer/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads