Bayi Prematur yang Dipijat Tidak Gampang Jatuh Sakit

Bayi Prematur yang Dipijat Tidak Gampang Jatuh Sakit

Linda Mayasari - detikHealth
Kamis, 15 Nov 2012 12:00 WIB
Bayi Prematur yang Dipijat Tidak Gampang Jatuh Sakit
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bayi yang lahir prematur sangat rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah akibat kelahiran dini. Pijatan yang lembut pada bayi prematur, diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena fungsi sistem kekebalan tubuhnya meningkat.

Sebelumnya, sebuah studi telah menunjukkan bahwa terapi pijat pada bayi prematur berhubungan dengan penambahan berat badan, kemampuan mental yang membaik, dan berkurangnya waktu perawatan di rumah sakit. Peneliti dari Children's Hospital of Michigan kemudian melakukan penelitian untuk mengetahui efek pijatan terhadap sistem kekebalan tubuh bayi prematur.

Penelitian dilakukan terhadap 120 bayi prematur yang dirawat dalam neonatal intensive care unit (NICU). Kondisi bayi dalam penelitian ini telah dianggap stabil, yaitu yang tidak membutuhkan oksigen tambahan atau antibiotik, dan tidak lagi membutuhkan kateter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bayi yang telah diberi ASI juga tidak dilibatkan dalam penelitian ini, karena ASI mengandung antibodi sistem kekebalan tubuh yang dapat mempengaruhi hasil penelitian," kata Dr Jocelyn Ang, pemimpin penelitian, seperti dilansir MyHealthNewsDaily, Kamis (15/11/2012).

Secara acak, bayi-bayi tersebut dibagi menjadi dua kelompok untuk mengetahui efek pijatan terhadap perkembangan sistem kekebalan tubuhnya. Kelompok bayi yang dipijat, menerima sesi pijat dengan frekuensi 5 kali seminggu selama 45 menit.

Terapi pijat tersebut dilakukan selama sebulan oleh perawat yang telah dilatih khusus untuk mempelajari teknik memijat bayi, di antaranya dengan membelai bayi dengan lembut, melenturkan, dan memperluas lengan dan kaki bayi.

Setelah satu bulan terapi, peneliti yang menganalisis hasil penelitian diminta untuk memeriksa kondisi bayi secara acak tanpa diberitahu bayi mana yang mendapatkan terapi pijat. Para peneliti mengumpulkan sampel darah untuk memeriksa sel-sel sistem kekebalan tubuh bayi yang berfungsi membunuh patogen penyakit secara alami.

Kedua kelompok memiliki jumlah sel-sel pembunuh patogen yang sama dalam sampel darahnya. Tapi bayi yang dipijat memiliki sel-sel pembunuh alami yang lebih kuat daripada bayi yang tidak dipijat.

"Sentuhan itu sendiri sangat penting bagi bayi, maka pijatan dapat menawarkan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan bayi," kata Dr Vivian Hernandez-Trujillo, kepala divisi alergi dan imunologi dari Miami Children's Hospital, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Sementara ini belum jelas diketahui mengapa pijatan bermanfaat terhadap peningkatan fungsi sistem kekebalan tubuh, tetapi berdasarkan penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tekanan selama pijatan dapat menekan aktivitas sel-sel pembunuh patogen.

"Pijatan juga dapat merangsang pelepasan hormon yang berperan dalam penyerapan makanan, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan," kata Ang. Studi ini diterbitkan tanggal 12 November dalam jurnal Pediatrics.



(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads