Perkembangan janin, kesehatan mental dan kemampuannya dalam hidup di kemudian hari konon memiliki keterkaitan. Peneliti Norwegia pun melakukan penelitian untuk mencari tahu kaitan-kaitan antara berat bayi saat lahir dan perkembangan otaknya.
628 Anak-anak dan remaja yang sehat dari AS dibandingkan struktur, area, dan volume otaknya. Bayi yang lahir dengan bobot berat pada saat lahir ternyata mengembangkan otak yang lebih besar, tak peduli genetika dan latar belakang sosialnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Walhovda, beberapa daerah otak yang tampaknya paling berkorelasi dengan berat lahir merupakan bagian dari jaringan yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah kognitif. Namun peneliti tidak menemukan hubungan antara berat lahir dan fungsi kognitif saat otak bekerja. Dengan demikian bayi besar dengan otak yang besar belum tentu lebih pintar dari rekan-rekannya.
(/up)











































