Balita yang Sakit 20 Kali dalam Sehari Berhasil Disembuhkan

Balita yang Sakit 20 Kali dalam Sehari Berhasil Disembuhkan

- detikHealth
Senin, 26 Nov 2012 18:25 WIB
Balita yang Sakit 20 Kali dalam Sehari Berhasil Disembuhkan
Leah Hamid (dok: Daily Mail)
Jakarta - Hidup Leah Hamid sebelumnya tidak bisa tenang, karena ia bisa menderita sakit hampir setiap jam akibat penyakit langka yang dimilikinya. Setidaknya dia merasakan sakit 20 kali dalam sehari. Tapi kini untuk pertama kalinya ia bisa terbebas dari rasa sakit itu setelah menjalani operasi.

Leah (2 tahun) menderita gangguan pencernaan langka yang membuat tubuhnya berhenti mencerna makanan dan menyebabkan penyakit kronis. Kondisi ini membuatnya tersiksa hampir setiap jam dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Kondisi yang dimiliki Leah disebut duodenal stenosis, yaitu cacat lahir langka yang mana sebagian dari duodenum (bagian pertama dari usus kecil) menyempit. Hal ini membuat isi lambung sulit mengalir ke tingkat yang normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, kondisi duodenal stenosis diatasi dengan operasi invasif yang menyebabkan jaringan parut karena membutuhkan sayatan besar. Tapi untungnya, ahli bedah di The Children’s Hospital, Sheffield berhasil membuat Leah jadi anak pertama yang melakukan prosedur baru tanpa meninggalkan bekas luka.

Dalam prosedur yang berlangsung selama 3 jam ini, ahli bedah tidak membuat sayatan tapi menempatkan teleskop yang fleksibel ke dalam tenggorokan Leah. Lalu menutup lubang di selaput yang menutupi bagian pertama dari usus kecil dan menghubungkan ke sistem pencernaannya menggunakan balon dan pisau listrik, sehingga bisa membebaskan penyumbatan di usus kecilnya.

"Dia seperti anak yang berbeda setelah operasi. Ketika pertama kalinya ia bisa tidur sepanjang malam saya hampir menangis. Saya sangat bahagia melihat anak saya akhirnya menjadi lebih baik," ujar sang ibu Amanda (34 tahun), seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (26/11/2012).

Amanda yang memiliki 5 anak lainnya sangat berterimakasih dengan para ahli bedah dan sekarang Leah bisa hidup normal dan memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

"Operasi itu berjalan sukses. Leah merasakan sakit jauh lebih sedikit dan lebih cepat pulih. Jika ia menerima prosedur yang lama maka itu akan meninggalkan bekas luka yang besar. Kami tidak berharap ia memiliki masalah di kemudian hari," ujar Dr Sean Marven, konsultan ahli bedah anak di Sheffield Children’s NHS Foundation Trust.

Prosedur ini belum banyak dilakukan di Inggris karena masih sedikitnya dokter spesialis yang memiliki keterampilan tersebut serta adanya keterbatasan alat. Untuk itu prosedur yang berhasil dijalani oleh Leah ini terbilang baru dan bisa menjadi perintis.

Kini Leah bisa memiliki kehidupan yang lebih normal, tidur yang lebih nyenyak dan tentunya terbebas dari rasa sakit kronis yang bisa menyerangnya hampir setiap jam.

(ver/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads