"Ada 2 proses penting dalam 2 tahun pertama kehidupan. Yaitu pertumbuhan sel otak yang terjadi segera setelah pembuahan dan pematangan fungsi otak," kata dr Dwi Putro Widodo SpA(K), spesialis saraf anak RS Pondok Indah dalam acara media gathering yang diselenggarakan Mead Johnson di The Maestro Function Hall, Plaza Indonesia, Kamis (20/11/2012).
Dr Dwi menuturkan bahwa sel otak berkomunikasi dengan sel otak yang lainya melalui sambungan yang disebut sinapsis. Saat dilahirkan, setiap sel otak bayi memiliki 2.500 sinapsis. Namun ketika usianya 2-3 tahun, sinapsisnya meningkat menjadi 15.000 sambungan per sel otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beratnya ini terus mengalami peningkatan pesat hingga usianya mencapai 2 tahun, yaitu sekitar 1200 gram. Padahal otak manusia dewasa adalah sekitar 1250 gram. Tapi kalau pada laki-laki beratnya bisa mencapai 1.400 gram. Artinya setelah 2 tahun, otak manusia hanya mengalami sedikit pertambahan sekitar 50 gram," terang dr Dwi.
Dr Dwi menerangkan, pertumbuhan otak bayi ini dipengaruhi oleh 3 hal utama, yaitu faktor genetik, nutrisi dan pengalaman. Dari ketiga faktor tersebut, faktor genetik adalah yang paling sulit diubah. Oleh karena itu, mengoptimalkan pertumbuhan otak bayi hanya bisa dilakukan lewat pemberian nutrisi yang baik dan menambah pengalaman.
Nutrisi yang baik untuk perkembangan otak bayi dapat diperoleh dari DHA (Docosahexanoic Acid). Nutrisi ini banyak terkandung dalam ASI dan ikan laut seperti salmon. Untuk memberikan pengalaman bayi sejak dini, dapat dilakukan stimulasi lewat permainan-permainan sederhana.
(pah/)











































