Perkembangan kritis otak bayi terjadi pada masa 2 tahun pertama sejak dilahirkan. Nutrisi yang masuk ini otomatis juga digunakan untuk membangun sel-sel saraf di otak. Namun seringkali orang tua bingung memilih makanan seperti apa yang baik untuk perkembangan otak bayi.
"Makanan menjadi sumber bahan bakar anak untuk mempercepat perkembangan otak anak. Batasannya harus ditepati, namun yang paling penting adalah variasinya," kata pakar nutisi, Emilia E. Achmadi dalam acara media gathering yang diselenggarakan Mead Johnson di The Maestro Function Hall, Plaza Indonesia, Kamis (20/11/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung perkembangan sambungan sel saraf di otak, mineral-mineral seperti Natrium, Kalium, Klor dan Kalsium amat dibutuhkan. Untuk menunjang fungsi sel darah merah, perlu nutrisi zat besi dan vitamin B kompleks. Sayangnya, menganalisis kandungan gizi ini jelas merepotkan. Oleh karena itu Emilia menyarankan untuk memperbanyak variasi makanan.
"Ada 7 warna makanan dengan kandungan nutrisi yang berbeda seperti hijau, putih, kuning, oranye, merah, coklat dan ungu. Untuk anak-anak, sebaiknya minimal selalu sediakan 3-5 variasi warna setiap harinya agar asupan nutrisi tercukupi," terang Emilia.
Lebih lanjut lagi, Emilia menjelaskan bahwa nutrisi untuk perkembangan bayi ini tidak hanya penting setelah bayi dilahirkan, melainkan harus sudah dipenuhi sejak sebelum kehamilan. Para wanita yang berencana hamil sebaiknya sudah melakukan gaya hidup sehat dan menjaga asupan nutrisinya 6-12 bulan sebelum kehamilan.
(pah/vit)











































