Variasi Makanan, Jaminan Agar Nutrisi Bayi Terpenuhi

Variasi Makanan, Jaminan Agar Nutrisi Bayi Terpenuhi

- detikHealth
Kamis, 29 Nov 2012 18:04 WIB
Variasi Makanan, Jaminan Agar Nutrisi Bayi Terpenuhi
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Orang tua mana yang tak mau melihat anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Bagi bayi, asupan nutrisi yang masuk tak hanya mempengaruhi perkembangan fisiknya saja, melainkan juga bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan si buah hati.

Perkembangan kritis otak bayi terjadi pada masa 2 tahun pertama sejak dilahirkan. Nutrisi yang masuk ini otomatis juga digunakan untuk membangun sel-sel saraf di otak. Namun seringkali orang tua bingung memilih makanan seperti apa yang baik untuk perkembangan otak bayi.

"Makanan menjadi sumber bahan bakar anak untuk mempercepat perkembangan otak anak. Batasannya harus ditepati, namun yang paling penting adalah variasinya," kata pakar nutisi, Emilia E. Achmadi dalam acara media gathering yang diselenggarakan Mead Johnson di The Maestro Function Hall, Plaza Indonesia, Kamis (20/11/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emilia menuturkan otak terdiri dari berbagai jaringan dan organ penting. Makanan yang dikonsumsi bayi juga sebaiknya menunjang perkembangan organ-organ ini. Misalnya untuk mendukung perkembangan bagian otak yang disebut cerebrum, cerebellum dan spinal cord, sebaiknya konsumsi makanan yang kaya protein, omega 3 dan kolesterol.

Untuk mendukung perkembangan sambungan sel saraf di otak, mineral-mineral seperti Natrium, Kalium, Klor dan Kalsium amat dibutuhkan. Untuk menunjang fungsi sel darah merah, perlu nutrisi zat besi dan vitamin B kompleks. Sayangnya, menganalisis kandungan gizi ini jelas merepotkan. Oleh karena itu Emilia menyarankan untuk memperbanyak variasi makanan.

"Ada 7 warna makanan dengan kandungan nutrisi yang berbeda seperti hijau, putih, kuning, oranye, merah, coklat dan ungu. Untuk anak-anak, sebaiknya minimal selalu sediakan 3-5 variasi warna setiap harinya agar asupan nutrisi tercukupi," terang Emilia.

Lebih lanjut lagi, Emilia menjelaskan bahwa nutrisi untuk perkembangan bayi ini tidak hanya penting setelah bayi dilahirkan, melainkan harus sudah dipenuhi sejak sebelum kehamilan. Para wanita yang berencana hamil sebaiknya sudah melakukan gaya hidup sehat dan menjaga asupan nutrisinya 6-12 bulan sebelum kehamilan.



(pah/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads