Secara rinci, tim peneliti dari North Dakota State University dan Texas A&M menemukan bahwa posisi tubuh sederhana bayi itu, entah duduk dengan sendirinya atau dibantu oleh orang dewasa berperan penting dalam perkembangan kognitif atau kemampuannya mempelajari berbagai obyek.
Melalui dua percobaan, Woods memastikan bahwa bayi berusia 5,5 bulan dan 6,5 bulan tidak menggunakan pola tertentu untuk membedakan obyek yang mereka lihat. Namun bayi berusia 6,5 bulan bisa lebih mudah menggunakan pola tertentu untuk mempelajari suatu obyek jika mereka diberi kesempatan untuk melihat, menyentuh dan merasakan obyek itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam percobaan kedua, bayi berusia 5,5 bulan diberi dukungan penuh ketika tengah duduk untuk mengeksplorasi suatu obyek. Ketika posturnya diberi dukungan, mereka pun mampu menggunakan pola tertentu untuk membedakan beberapa obyek.
"Membantu seorang bayi duduk dengan cara yang aman dan terdukung dengan baik selama sesi pembelajaran akan membantu mereka menghadapi berbagai situasi belajar yang berbeda-beda, tak hanya ketika mempelajari fitur obyek tertentu," kata Woods.
Jadi jika bayi bisa duduk, entah itu duduk sendiri atau dibantu oleh orang dewasa maupun didudukkan ke kursi khusus untuk bayi maka mereka akan bisa mempelajari segala sesuatu dengan lebih baik.
"Temuan ini bisa bermanfaat, terutama bagi bayi yang perkembangan kognitifnya tertunda namun benar-benar membutuhkan lingkungan pembelajaran yang optimal," pungkasnya.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology.
(vit/vit)











































