Dari kabar yang beredar Daffodil Study melibatkan bayi-bayi dari 4 kecamatan di DKI Jakarta yang berusia kurang dari 4 bulan. Kriteria lainnya adalah bayi-bayi tersebut tidak mendapatkan ASI dari ibunya karena berbagai sebab.
Penolakan menjadikan bayi sebagai objek penelitian diikuti dengan dibuatnya petisi penghentian Daffodil Study. Dalam halaman situs yang memuat petisi: change.org disebutkan penelitian itu digelar untuk mencari tahu pengaruh penggunaan susu formula yang mengandung lemak susu sapi dan diperkaya lemak campuran, serta ditambahkan fosfolipid pada durasi dan infeksi pencernaan dan sistem pernafasan bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya against baby testing. #DaffodilStudy menggunakan bayi sebagai kelinci percobaan sufor. SIGN the petition --> https://t.co/gG4EbKSb," demikian kicauan @ShafiqPontoh yang tidak setuju dengan Daffodil Study.
"Saya sudah tanda tangani petisi ini http://www.change.org/id/petisi/daffodil-study-research-team-stop-the-daffodil-study … ... Yuk tanda tangan,untuk yang peduli. Say NO to #sufor ; say NO to baby testing !," ujar @mutiarasalman dalam tweetnya.
Sementara itu beberapa tweep tidak buru-buru menolak Daffodil Study. @indrasahril misalnya. Dia beberapa kali berkicau tentang isu penelitian tersebut. "Saya tersenyum, dan hati ini teriris, melihat betapa bangsa ini mempunyai pandangan yg sempit #DaffodilStudy," tulisnya.
"Saya senang banyak orang punya perhatian ttg ASI, tapi mudah-mudahan tidak salah langkah dan kemudian menyalahkan orang lain #DaffodilStudy," kata @indrasahril di tweetnya yang lain.
Sementara itu Prodia Laboratorium menulis, "Terima kasih @aimi_jabar dan @aimi_asi agar tidak terjadi kesalahpahaman, kami bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait #DaffodilStudy."
Tweet tersebut untuk menanggapi tweet @aimi_jabar yang mengatakan, "Menurut informasi yg kami peroleh, #DaffodilStudy didukung oleh @Prodia_Lab dan akan dilaksanakan di 4 kecamatan di DKI Jakarta".
Nah, bagaimana sebenarnya penelitian ini? Untuk meredam pro dan kontra di masyarakat, penjelasan para peneliti dan pihak-pihak yang terlibat tentunya sangat dinantikan segera.
(vit/vit)











































