"Mungkin dalam pemberitraan kami ditempatkan seolah-olah sebagai penggembos ASI. Saya yakin, kawan-kawan pegiat ASI niatnya amat baik. Kami tidak bersebarangan, kami juga mendukung ASI. Jadi opini yang terbentuk di media sosial seolah-olah kami adalah musuh ASI itu tidak benar, kami dalam perahu yang sama," kata dr Darmawan Budi Setyanto SpA (K), Person In Charge Daffodil Study kepada detikHealth, Kamis (20/12/2012).
Penelitian ini sempat mencantumkan logo Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Laboratorium Klinik Prodia. Walau demikian, ketua IDAI dalam konfirmasinya membantah keikutsertaan IDAI dalam studi tersebut. Menanggapi hal ini, dr Darmawan menjelaskan bahwa ada kesalahpaaman dalam pemberitaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditemui di ruangannya di RSCM, dr Darmawan menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi jawaban yang besifat substansi, melainkan hanya yang bersifat normatif. Oleh karena itu, dia tidak mau mengomentari mengenai metode penelitian dan tidak bersedia menjelaskan apakah penelitian ini akan distop atau diteruskan.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Daffodil Study merupakan penelitian mengenai susu formula yang memiliki judul lengkap 'Pengaruh Susu Formula yang Mengandung Lemak Susu Sapi yang Diperkaya dengan Lemak Campuran dan Tambahan Fosfolipid Terhadap Durasi dan Gejala Infeksi Saluran Pencernaan dan Pernapasan pada Bayi'.
Kabar yang beredar, Daffodil Study melibatkan bayi-bayi dari 4 kecamatan di DKI Jakarta yang berusia kurang dari 4 bulan. Kriteria lainnya adalah bayi-bayi tersebut tidak mendapatkan ASI dari ibunya karena berbagai sebab.
Meski begitu, penelitian yang rencananya akan dilakukan awal tahun depan ini mendapat kecaman keras dari para konselor ASI (Air Susu Ibu) karena melibatkan bayi yang seharusnya mendapatkan ASI Eksklusif dari ibunya.
Rencananya, tim dari Daffodil Study akan mengundang pihak-pihak yang berkeberatan untuk berdiskusi pada hari Kamis pekan depan. Tujuannya adalah memberikan klarifikasi duduk masalah sebenarnya dan mencari titik temu.
(pah/vit)











































