Lebih dari 1,7 Juta Embrio Bayi Tabung Dibuang

Lebih dari 1,7 Juta Embrio Bayi Tabung Dibuang

Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 03 Jan 2013 11:34 WIB
Lebih dari 1,7 Juta Embrio Bayi Tabung Dibuang
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pasangan yang mengalami gangguan kesuburan kadang memilih cara in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung untuk memiliki anak. Tapi ternyata lebih dari 1,7 juta embrio bayi tabung dibuang.

Data cukup mengejutkan didapat bahwa lebih dari 1,7 juta embrio yang disiapkan untuk membantu perempuan agar bisa hamil ini telah dibuang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak 21 tahun lalu.

Hasil tersebut dikumpulkan oleh regulator industri kesuburan, the Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA) yang telah mencatat proses IVF sejak tahun 1991.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Embrio-embrio ini dihasilkan dari sel telur perempuan dan sperma laki-laki selama proses IVF atau bayi tabung. Beberapa embrio ini dimasukkan ke dalam rahim calon ibu. Namun yang lainnya ada yang disimpan, dibuang karena tidak diinginkan atau dalam beberapa kasus digunakan untuk percobaan ilmiah.

Angka-angka yang dikeluarkan oleh Health Minister Lord Howe menunjukkan 3.546.818 embrio manusia telah diciptakan sejak Agustus 1991. Dari jumlah tersebut hanya 235.480 yang terbukti berhasil berkembang menjadi kehamilan, atau seperenam dari total 1.388.443 embrio yang ditanamkan ke rahim.

Hasilnya sekitar 93 persen dari semua embrio yang diciptakan tidak pernah menghasilkan kehamilan. Diketahui sebanyak 839.325 embrio disimpan untuk digunakan di masa depan, 2.071 embrio disimpan untuk disumbangkan ke orang lain dan 5.876 disisihkan untuk penelitian ilmiah.

Sementara itu sisanya sekitar 1.691.090 embrio dibuang karena tidak terpakai dan lebih dari 23.480 embrio dibuang karena telah melewati batas waktu penyimpanan, seperti dikutip dari MedIndia, Kamis (3/1/2013).

Keberhasilan dari program bayi tabung ini memang tidak bisa 100 persen, hal ini tergantung dari berapa usia calon ibu. Jika di bawah 30 tahun peluang keberhasilan mencapai 50 persen, usia 30-35 tahun peluangnya 35 persen, usia 40 tahun peluangnya sekitar 10-15 persen, sedangkan di atas 40 tahun peluangnya tinggal 8 persen.

Kegagalan biasanya terjadi pada proses penanaman embrio di rahim, kondisi ini sangat tergantung pada kemampuan rahim menangkap embrio. Terkadang komunikasi antara embrio dengan rahim tidak berjalan mulus karena adanya infeksi atau penyakit lain.

Selain faktor fisiologis, kondisi psikologis calon ibu juga perlu diperhatikan. Ini karena proses bayi tabung membutuhkan waktu lama dan si ibu harus minum obat-obatan hormon atau disuntik yang membuat tubuhnya tidak nyaman.

(ver/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads