Tak Hanya Orang Dewasa, Bayi Juga Bisa Kena Penyakit Jantung

Tak Hanya Orang Dewasa, Bayi Juga Bisa Kena Penyakit Jantung

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Kamis, 14 Feb 2013 07:35 WIB
Tak Hanya Orang Dewasa, Bayi Juga Bisa Kena Penyakit Jantung
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Penyakit jantung sering diidentikkan dengan orang-orang yang sudah berumur atau minimal berusia paruh baya. Banyak yang tidak tahu bahwa penyakit jantung juga bisa menyerang anak-anak. Hanya saja, penyebabnya berbeda dengan penyakit jantung pada orang dewasa.

"Penyakit jantung pada anak sebagian besar adalah penyakit bawaan, tapi ada juga yang disebabkan oleh infeksi. Penyakit jantung bawaan terjadi pada sekitar 1 persen dari kelahiran, mulai dari yang ringan hingga berat," kata dr Sukman T. Putra, SpA(K), spesialis jantung anak dari Eka Hospital dalam acara konferensi pers mengenai 'The 2nd Annual East Meets West Cardiology Symposium' di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (14/2/2013)

Dr Nukman menjelaskan, faktor genetika menyumbang sekitar 75 persen dari penyebab penyakit jantung bawaan. Yang tak kalah pentingnya adalah kondisi kesehatan ibu saat hamil, terutama trimester pertama kehamilan atau saat kehamilan berusia hingga 12 minggu, yaitu saat pembentukan jantung janin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehamilan pada usia 12 minggu pertama sangat penting karena setelah itu jantung sudah terbentuk. Jika ada yang salah, maka bisa terjadi kelainan, bisa karena toxoplama, rubella. Faktor lingkungan seperti radiasi, polusi juga bisa mempengaruhi," terang dr Nukman.

Dr Sukman menerangkan, penyakit jantung pada anak bukan disebabkan karena gangguan pada pembuluh darah koroner seperti pada orang dewasa, namun biasanya ada kelainan atau kebocoran pada bilik jantung. Untungnya, kelainan ini sudah bisa dideteksi sejak dalam kehamilan lewat USG.

Namun kelainan yang dapat dideteksi dengan USG tersebut kebanyakan adalah kelainan yang sudah bersifat parah. Kelainan-kelainan yang ringan biasanya tak terdeteksi hingga bayi dilahirkan, bahkan ada yang baru diketahui setelah bayi berusia 2 - 3 minggu, padahal bayi membutuhkan penanganan segera.

"Biasanya tanda-tandanya bayi terlihat sesak napas, badannya membiru," jelas dr Sukman.

(pah/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads