Penantian 9 Tahun Erni dan Rizal Berbuah Anak Kembar 3

Penantian 9 Tahun Erni dan Rizal Berbuah Anak Kembar 3

Vera Farah Bararah - detikHealth
Jumat, 01 Mar 2013 11:08 WIB
Penantian 9 Tahun Erni dan Rizal Berbuah Anak Kembar 3
Erni, Rizal dan ketiga buah hatinya (dok: detikHealth)
Jakarta - Penantian Erni Hardini dan Rizal Masri untuk memiliki momongan terbilang cukup lama. Namun penantian selama 9 tahun itu tidaklah sia-sia, karena mereka kini memiliki anak kembar 3.

Erni Hardini (37 tahun) dan Rizal Masri (37 tahun) tak juga diberi momongan setelah menikah hampir 9 tahun. Setelah 1 tahun menikah dan belum juga hamil, keduanya sudah mulai ikut program-program kehamilan bahkan sempat mendatangi 8 dokter berbeda.

Dari pemeriksaan dokter pertama diketahui bahwa Erni memiliki myom dan ia sempat diberikan suntikan hingga akhirnya ukuran myomnya berkurang. Namun ternyata tak juga membuatnya hamil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berganti-ganti dokter diketahui ternyata yang bersarang di tubuh Erni bukanlah myom melainkan polip dan sang suami memiliki vericocele. Akhirnya operasi pun dilakukan untuk menghilangkan polip dan varicocele.

Erni dan Rizal pun mulai berusaha lagi agar bisa hamil, baik secara normal dan juga melakukan inseminasi sebanyak 3 kali. Namun sayang, inseminasi yang dilakukan tak juga membuahkan hasil karena semuanya gagal.

Kondisi ini sempat membuat Erni marah dan hopeless, tapi sang suami tak mau berputus asa dan terus menyemangatinya. Hingga keduanya memutuskan untuk melakukan usaha terakhir yaitu bayi tabung.

Keduanya pun mulai mencari-cari dokter untuk melakukan bayi tabung, berdasarkan hasil browsing ditemukan ada 2 dokter di Surabaya dan Jakarta. Tapi karena Erni dan Rizal tinggal di Bogor, maka keduanya memutuskan untuk pergi ke dokter di Jakarta.

Saat di Jakarta ini keduanya bertemu dengan dr Ivan R Sini, SpOG, ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan polip yang dimiliki Erni belum sepenuhnya bersih hingga ke akar-akarnya, sehingga dilakukan pembersihan sampai tuntas.

"Setelah bersih, 2 hari kemudian didaftarkan untuk proses bayi tabung, tes sana sini alhamdulilah hasilnya bagus," ujar Erni di sela-sela acara peluncuran buku 'Bayi Tabung' di RSU Bunda, Menteng, Jakarta, seperti ditulis pada Jumat (1/3/2013).

Selama proses bayi tabung ini Erni harus menjalani suntik hormon setiap hari, karena rumahnya di Bogor maka keduanya memutuskan untuk kos di Jakarta. Ini karena Erni tidak berani suntik sendiri, sehingga setiap hari harus ke rumah sakit.

Didapatkan 5 embrio yang bagus, sebanyak 3 embrio ditanam dan 2 sisanya disimpan untuk cadangan bila proses pertama gagal. Ternyata 3 embrio yang ditanam semuanya berkembang dengan baik.

"1,5 Bulan kemudian, pada Desember sudah dinyatakan hamil, perasaan seneng banget. Eh ternyata pas perjalanan pulang kita di sms dokter hasil tes darah kemungkinan triplet (kembar 3), satu saja sudah alhamdulilah bagaimana kalau triplet, kita teriak di mobil," ujar Erni sambil tertawa.

Saat itu Erni gembira sekali tanpa tahu risiko hamil kembar, karena ia berisiko melahirkan bayi-bayi prematur. Namun keduanya bersyukur karena bertemu dengan dokter yang sangat memahami kondisi pasien dan selalu membesarkan hati keduanya.

Penantian panjang pun berakhir, Erni melahirkan 2 bayi perempuan dan 1 laki-laki melalui operasi caesar di usia kehamilan 34 minggu kurang 2 hari. Bayi laki-lakinya harus dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) karena berat badannya rendah yaitu 1,040 kg, sedangkan kedua bayi perempuannya masing-masing memiliki berat 1,9 kg.

Kini ketiga buah hati yang diberi nama Rahsya Rafassya Rizal, Raisya Refania Rizal dan Raina Refalina Rizal telah berusia 1 tahun 7 bulan dan semuanya sehat. Hal ini tentu saja sangat disyukuri oleh Erni dan Rizal.

"Rasanya amazing sudah nggak bisa ngomong apa-apa, waktu itu usia saya 35 tahun dan dikasih keajaiban seperti itu. Usia segitu dan dapat kembar 3 itu kuasa Tuhan," ujar Erni senang.

Kebahagiaan Erni dan Rizal semakin bertambah, karena saat ini Erni tengah hamil 6 bulan melalui cara alami. Ia sempat bertanya pada dokter bagaimana ia bisa hamil normal, dokter menjelaskan tidak ada logikanya, kemungkinan karena ia sudah tidak stres, karena menanti sekian tahun bisa membuat stres dan mengganggu kesuburan.

(ver/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads