Dibanding Pria, Otak Wanita Lebih Baik dalam Merespons Tangis Bayi

Dibanding Pria, Otak Wanita Lebih Baik dalam Merespons Tangis Bayi

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Jumat, 10 Mei 2013 09:36 WIB
Dibanding Pria, Otak Wanita Lebih Baik dalam Merespons Tangis Bayi
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Saat mendengar tangis bayi, kaum ibu khususnya tentu akan merasa sangat khawatir dan cepat-cepat berusaha menenangkan bayi. Berbeda dengan laki-laki yang masih saja santai menanggapinya.

Menurut sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa otak perempuan terprogram untuk merespons tangisan bayi, sementara laki-laki tampaknya tidak memiliki reaksi sama sekali. Penelitian ini dimulai dengan memainkan rekaman white noise (sinyal acak yag konstan dengan kepadatan spektral daya) dan diselingi dengan klip pendek tentang bayi yang menangis. Selama penelitian ini para ilmuwan melakukan scan otak seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (10/5/2013).

Hasil scan menunjukkan bahwa wanita menjadi lebih waspada setelah mendengar tangisan bayi, sedangkan otak laki-laki tetap dalam keadaan tenang (istirahat). Secara khusus, dorsal medial prefrontal dan posterior daerah cingulate diketahui memiliki keterkaitan ketika pikiran dibiarkan mengembara, hal ini terekam oleh Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI) yang kemudian dipelajari hasilnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, para peneliti juga memainkan suara tangisan bayi yang didiagnosis dengan autisme. Menariknya, teriakan bayi tersebut ternyata menimbulkan gangguan pada pikiran bebas baik pria maupun wanita.

Sebuah studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa jeritan bayi dengan autisme cenderung bernada lebih tinggi dan juga jeda antara tangisannya lebih pendek daripada bayi lain.

"Penelitian ini untuk mencari tahu apakah tanggapan ini berbeda antara pria dan wanita, berdasarkan usia, dan dengan status sebagai orang tua atau tidak, membantu kami memahami naluri untuk merawat anak sejak mereka masih muda," kata Marc Bornsteinfrom dari National Institute of Child Health and Human Development.

Meskipun pola aktivitas otak berbeda antara pria dan wanita, tetapi tidak ditemukan adanya perbedaan dalam pola otak antara orang tua dan yang bukan orang tua.

Sudah lama diketahui jika tubuh perempuan akan bereaksi terhadap suara bayi setelah masa kehamilan. Segera setelah melahirkan, refleks 'membiarkan' atau santai pada seorang wanita membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri pada sensasi saat menyusui.

Dengan menyusui lebih sering akan membantu refleks wanita menjadi selaras dengan rangsangan tertentu. Akan banyak sensasi seperti mendengar jeritan dan bahkan pikiran-pikiran tertentu yang dapat mengaruhi laktasi.

Penelitian ini dilakukan oleh National Institute of Child Health di Amerika Serikat dengan menjadikan 18 pria dan wanita sebagai responden.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads