Gonzalo saat itu menderita Congenital High Airway Obstruction Syndrome (Chaos). Chaos merupakan kondisi langka yang membuat penderitanya sulit bernapas sebagai akibat ketidakmampuan paru-parunya untuk mengeluarkan cairan dari trakea. Kondisi ini hanya bisa dideteksi melalui USG.
Setelah Gonzalo dikatakan menderita kondisi langka ini, tim medis menyarankan untuk melakukan aborsi. Namun Maria Jose Sanchez dan Fransisco Pardo, orang tua Gonzalo, tak ingin begitu saja menyerah. Mereka kemudian mencari rumah sakit lain dan akhirnya mendatangi sebuah rumah sakit di Barcelona, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (13/5/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat operasi, prosedur pertama yang dilakukan oleh tim medis adalah melakukan manuver janin ke posisi yang tepat, untuk melakukan tindakan operasi. Tindakan ini dikatakan sebagai bagian yang paling sulit dari operasi ini. Selanjutnya, ahli bedah melakukan pembersihan kelenjar di bagian laring janin.
Meskipun dikatakan umumnya anak-anak penderita Chaos akan mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan otak, namun saat ini Gonzalo tumbuh sehat dan dapat hidup dengan normal. Keberhasilan operasi saat masih di rahim ini menjadi yang kali pertama di dunia.
(/)











































