"Bayi yang cukup diberi ASI umumnya buang air kecil 6 - 8 kali per hari. Buang air besarnya juga lebih sering dibanding bayi yang mendapat susu formula," kata dr Sri S Nasar, Sp(A)K yang aktif dalam UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).
Dalam acara seminar media yang diselenggarakan di kantor IDAI, Jl. Dempo No. 13, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2013), dr Sri menjelaskan bahwa bayi biasanya meminta untuk disusui setiap 1 - 3 jam, atau bisa mencapai 8 - 12 kali sehari. Lama menyusuinya minimal 10 menit setiap payudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berusia 6 bulan, bayi perlu dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP ASI), sebab kandungan nutrisi dalam susu ibu tak lagi memadai bagi tumbuh kembangnya. Selain itu, bayi juga perlu mulai dikenalkan dengan makanan padat untuk dikunyah.
"Bayi harus diberi makanan padat untuk dikunyah, pada saat dia siap menerimanya sesuai perkembangan ketrampilan makan. Umumnya terjadi pada usia 6 - 9 bulan. Bila tidak diberi makanan padat, mereka akan sangat sulit menerima makanan tersebut, tak terampil mengunyah, menolak makanan padat dan muntah," terang dr Sri.
Sama seperti saat masih diberi ASI, kecukupan gizi pada bayi setelah diberi makanan pendamping ASI (MP ASI) dapat dilihat dari kenaikan berat badannya. Dr Sri menerangkan, bayi mendapat MP ASI yang cukup jika berat badannya meningkat 450 gram per bulan pada trimester ketiga, yaitu berusia 7 - 9 bulan.
Pada trimester keempat, yaitu saat berusia 10 - 12 bulan, berat badan bayi idealnya bertambah 200 -300 gram per bulan. Dan saat berumur lebih dari setahun, berat badan bayi idealnya bertambah setidaknya 2 kg per tahun.
(pah/up)











































