"Dia terjadi karena gangguan pembelahan. Terjadinya sudah agak lama bukan di awal-awal pembelahan. Gangguan pembelahan delay, sehingga kembarnya dempet," jelas Dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pertamina, saat berbincang dengan detikHealth, Senin (1/7/2013).
Kembar identik (kembar monozigot) terjadi ketika telur yang dibuahi membelah dan berkembang menjadi dua individu. Delapan sampai 12 hari setelah pembuahan, lapisan embrio yang akan terbelah membentuk kembar monozigot mulai berkembang menjadi organ dan struktur tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya, gangguan pembelahan ada yang thorachophagus (dempet di dada), abdomen (dempet di perut), ada yang kepala. Pada kasus ini (1 badan 2 kepala), terjadi di torak dan perut, sehingga yang misah cuma kepalanya," lanjut Dr Frizar.
Selain karena gangguan pembelahan, Dr Frizar mengatakan bahwa terjadinya kembar siam dengan satu sel selur tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan hanya pemisahan atau operasi setelah lahir, itu pun tergantung pada organ mana saja yang dempet, tingkat kesulitan dan besarnya risiko apalagi dilakukan operasi.
"Ini butuh pendalaman, harus dilihat persis organ-organ apa saja yang dempet. Kalau jantungnya cuma 1, ya bagaimana mau dipisahkan," ujar Dr Frizar.
Kasus bayi kembar satu badan dua kepala yang baru-baru ini cukup menghebohkan adalah anak pasangan Usman dan Munjiah yang lahir di Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bayi yang belum diberi nama tersebut kini tengah dirawat di bagian NICU (Neonatal Intensive Care Unit), RSU Dr Sardjito Yogyakarta.
Saat ini sedang direncanakan pembentukan tim dokter yang akan menangani bayi tersebut. Penanganan pertama yang dilakukan RSU Dr Sardjito adalah berusaha membuat kondisi bayi stabil, dengan dilakukan pemasangan oksigen kanal 1 liter per menit, infus D10, dan NGT (selang untuk memasukkan cairan pengganti ASI).
(mer/vta)











































