Kenapa Bayi Bisa Lahir 1 Badan 2 Kepala?

Kenapa Bayi Bisa Lahir 1 Badan 2 Kepala?

- detikHealth
Senin, 01 Jul 2013 10:34 WIB
Kenapa Bayi Bisa Lahir 1 Badan 2 Kepala?
(Foto: detikcom)
Jakarta - Bayi satu badan dengan kepala dua lahir di Majenang, Cilacap, cukup membuat heboh. Sebab, kasus kembar siam dengan satu badan dan dua kepala masih cukup jarang terjadi, apalagi di Indonesia. Lantas kenapa bayi bisa lahir satu badan dua kepala?

"Dia terjadi karena gangguan pembelahan. Terjadinya sudah agak lama bukan di awal-awal pembelahan. Gangguan pembelahan delay, sehingga kembarnya dempet," jelas Dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pertamina, saat berbincang dengan detikHealth, Senin (1/7/2013).

Kembar identik (kembar monozigot) terjadi ketika telur yang dibuahi membelah dan berkembang menjadi dua individu. Delapan sampai 12 hari setelah pembuahan, lapisan embrio yang akan terbelah membentuk kembar monozigot mulai berkembang menjadi organ dan struktur tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, pembelahan yang terjadi pada kembar siam atau dempet terjadi terlambat setelah masa pembelahan tersebut. Dilansir Mayo Clinic, diyakini pembelahan embrio yang akan menjadi kembar siam terjadi antara 13 hingga 15 hari setelah pembuahan, membuat pemisahannya berhenti sebelum proses selesai, sehingga masih ada bagian tubuh yang menyatu.

"Pada prinsipnya, gangguan pembelahan ada yang thorachophagus (dempet di dada), abdomen (dempet di perut), ada yang kepala. Pada kasus ini (1 badan 2 kepala), terjadi di torak dan perut, sehingga yang misah cuma kepalanya," lanjut Dr Frizar.

Selain karena gangguan pembelahan, Dr Frizar mengatakan bahwa terjadinya kembar siam dengan satu sel selur tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan hanya pemisahan atau operasi setelah lahir, itu pun tergantung pada organ mana saja yang dempet, tingkat kesulitan dan besarnya risiko apalagi dilakukan operasi.

"Ini butuh pendalaman, harus dilihat persis organ-organ apa saja yang dempet. Kalau jantungnya cuma 1, ya bagaimana mau dipisahkan," ujar Dr Frizar.

Kasus bayi kembar satu badan dua kepala yang baru-baru ini cukup menghebohkan adalah anak pasangan Usman dan Munjiah yang lahir di Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bayi yang belum diberi nama tersebut kini tengah dirawat di bagian NICU (Neonatal Intensive Care Unit), RSU Dr Sardjito Yogyakarta.

Saat ini sedang direncanakan pembentukan tim dokter yang akan menangani bayi tersebut. Penanganan pertama yang dilakukan RSU Dr Sardjito adalah berusaha membuat kondisi bayi stabil, dengan dilakukan pemasangan oksigen kanal 1 liter per menit, infus D10, dan NGT (selang untuk memasukkan cairan pengganti ASI).


(mer/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads