Dilansir dari The Sun, Selasa (23/7/2013), seorang ahli kesehatan melempar pakaian bayi yang berkapuchon karena takut dapat membunuh bayi saat gelombang panas menerpa Inggris.
Sebuah pakaian bayi all-in-one seharga 6 euro (sekitar Rp 78.000), dijual di Asda dan dipasarkan sebagai pakaian bayi yang lembut dan merekat pada tubuh. Tapi ternyata pakaian ini disebut tidak baik dipakai anak saat sedang terjadi gelombang panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, bayi sama sekali tidak boleh tidur dengan kepala tertutup oleh kapucon. Sebab hal ini dapat meningkatkan risiko sindrom bayi mati mendadak, yang dikenal dengan kematian di ranjang.
"Bayi dapat meninggal tiba-tiba ketika mereka kepanasan," tambah Dr Sally Jowett.
Saat baru dibeli, di pakaian tersebut mungkin sudah diberi label peringatan kepada orang tua agar tidak membiarkan anaknya tidur dengan menggunakan pakaian tersebut. Namun kebanyakan orang tua lupa peringatan tersebut setelah label tersebut dicabut.
Hal senada disampaikan Sheila Merrill, dari RosPA. "Pakaian berkurudung dapat meningkatkan risiko mati lemas," ucapnya.
Selain itu Dr Cheryll Adams juga menyatakan, "Bayi tidak dapat mengatur temparatur tubuhnya, dan pakaian seperti ini dapat membuat bayi mudah sekali kepanasan pada musim panas."
Seorang pembeli, John Robins, dari Clydebank, dekat Glasgow, membeli pakaian bayi model capuchon sebagai kado untuk bayi kerabatnya. Namun setelah melihat label peringatan tersebut, ia mengembalikannya ke toko.
"Ini tidak dapat digunakan untuk bayi. Apakah Anda mencoba untuk membuat bayi terus terbangun?" ujarnya.
Sementara itu pihak Asda bersikeras bahwa bayi bisa tidur dalam pakaian tersebut untuk periode singkat. Mereka menambahkan pakaian itu belum dirancang khusus untuk tidur.
(vit/vit)










































