"Kami telah menyadari bahwa pola makan tertentu tampaknya mengurangi risiko alergi pada bayi," ujar Dr Magnus Wickman, profesor Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, seperti dikutip dari Reuters, Senin (12/8/2013).
Menurut Dr Magnus, mekanisme di balik teori tersebut adalah fakta bahwa berbagai jenis asam lemak, antioksidan, vitamin, dan mineral esensial sangat baik untuk kesehatan. Selain itu, bahan nutrisi ini juga dapat mencegah alergi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk melihat bagaimana sebenarnya biasanya orang tua memberi makan bayi mereka dan apakah kebiasaan tersebut memiliki pengaruh terhadap alergi makanan, Kate dan rekan-rekannya mengumpulkan catatan harian makanan dari 1.140 bayi. Umumnya, orang tua memang biasanya rutin menuliskan catatan makanan bayi terutama pada tahun pertamanya. Selama waktu itu, 41 anak didiagnosis dengan alergi makanan dan Kate membandingkan mereka dengan 82 bayi tanpa alergi.
Para peneliti ini kemudian mencatat kombinasi makanan yang setiap bayi ini makan menurut catatan tersebut. Mereka kemudian menemukan bahwa bayi tanpa alergi makanan lebih sering mengonsumsi makanan sehat, alami, dan buatan sendiri, seperti misalnya buah-buahan, sayuran, olahan daging ayam dan ikan.
"Hasil analisis menunjukkan bayi yang mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran, serta lebih sedikit mengonsumsi makanan bayi instan lebih sedikit berisiko terkena alergi makanan seiring masa pertumbuhannya," papar Kate.
Selain itu, Dr Magnus juga menambahkan bahwa belum ada bukti bahwa menghindari makanan yang umumnya memicu alergi seperti kacang-kacangan, ikan, dan telur dapat mencegah alergi makanan.
Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology.
(vit/vit)











































