Bayi Kembar Siam Parasit Ini Ternyata Alami Tumor Epignathus Teratoma

Bayi Kembar Siam Parasit Ini Ternyata Alami Tumor Epignathus Teratoma

Tya Eka Yulianti - detikHealth
Rabu, 25 Sep 2013 16:01 WIB
Bayi Kembar Siam Parasit Ini Ternyata Alami Tumor Epignathus Teratoma
Bandung - Ginan Septian Nugraha (7 hari) lahir dengan kondisi mengkhawatirkan. Pada bagian lidah dan rongga mulutnya menempel jaringan menyerupai tubuh manusia, terdiri dari tiga bagian menyerupai kaki serta memiliki dua kelamin. Ternyata bakal janin itu merupakan tumor.

Kelainan pada Ginan tersebut, sebelumnya disebut sebagai Conjoint Twin Parasitic atau kembar siam parasit. Namun tim dokter yang mengoperasi Ginan menyebut jika bayi asal Cipenudey Kabupaten Bandung Barat itu mengalami tumor jenis Epignathus Teratoma.

Hal itu disampaikan Dicky Drajat, dokter spesialis bedah anak yang menangani dan melakukan operasi pemisahan tumor pada Ginan pagi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini termasuk tumor jenis teratoma. Bakal sel yang jaringannya bisa menyerupai organ tubuh. Karena letaknya di bagian mulut, dinamakan Epignathus. Memang kasus seperti ini langka, 1 berbanding 20 ribu kelahiran. Memang ada yang berpendapat jika ini conjoint twin parasitic juga. Itu juga bisa saja. Karena bagian tubuh yang tidak sempurna jadi parasit dan hidup dari inangnya," ujar Diki dalam jumpa pers di ruang sidang RSHS, Jalan Dr Djundjunan, Rabu (25/9/2013).

Bahkan ia menyebut pernah ada kasus, di mana ditemukan tumor pada anak 9 tahun. Anak itu menjalani operasi dan di dalam tubuhnya terdapat jaringan berbentuk bayi dengan bakal mata, ada gigi juga yang menempel.

Ia menyebutkan jika tumor yang menempel pada lidah dan rongga mulut Ginan berupa daging berkulit di mana ada bagian yang menyerupai dua kaki di mana salah satunya berjari 8. Ada juga dua kelamin laki-laki di bagian tumor tersebut.

"Teknik operasi tadi tidak terlalu sulit. Kami menyayat di daerah lidah untuk memisahkan yang mana tumor dan yang bukan. Kami mencari pembuluh darah utama supaya tidak menimbulkan pendarahan," katanya.

(ern/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads