Rafi RF kini berusia dua bulan. Saat dilahirkan ke dunia pada 28 Juli 2013 silam, ia tak memiliki lubang anus dan alat kelaminnya tak sempurna. Orang tuanya shock mengetahui kondisi Rafi. Namun sang ibunda, Lyra Famia Rahma, menyebut lafadz 'Allah' di kuping Rafi bisa membuatnya tegar.
"Sekarang saya cukup senang, karena ada yang menghibur saya. Daun telinga kiri Rafi bertuliskan lafadz Allah. Setidaknya saya jadi lebih semangat, saya jadi ingat Allah. Kalau kata suster di rumah sakit, ini pertanda bahwa Allah sayang banget sama Rafi, dan Allah selalu mendampingi Rafi," ujar Lyra dalam perbincangan dengan detikHealth, Senin (7/10/2013).
Menurut Lyra, di perut yang seharusnya tempat pusar saat ini juga terbuka dan menjadi tempat Rafi kecil pipis. Tak hanya itu, bayi laki-laki ini pun hanya memiliki 9 jari. Dokter telah membuat anus buatan dan buang air di perut Rafi. Kini Lyra dan suaminya tengah menunggu keputusan dokter untuk menjalani operasi selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam sehari saya hanya tidur 2-3 jam, karena Rafi memang tidak bisa ditinggal. Untuk menyusui Rafi saja butuh dua orang, satu yang pegang botol, satu lagi yang tahan badannya supaya tidak bergerak-gerak, nanti kantong pipisnya lepas," papar Lyra menjelaskan rutinitas setiap harinya dengan Rafi.
Lyra mengaku dapat menghabiskan uang sebanyak Rp 1 juta selama dua hari. Uang itu untuk biaya perawatan Rafi, mulai dari kantong plastik, kain kapas dan kasa, salep untuk pengering luka, dan obat lainnya. Menurut pengakuan Lyra, luka Rafi pasca operasi tidak kunjung kering. Dokter memaklumi hal tersebut, mengingat usia Rafi kini menjelang tiga bulan, sudah sewajarnya ia aktif bergerak.
Meski demikian, Lyra jusru khawatir. Jika bergerak terus, luka jahit Rafi akan tetap terbuka, namun bila dipaksa terus telentang, Lyra takut putranya tidak tumbuh normal. Ia kini dibuat semakin bingung dengan plastik yang menampung urine kotoran Rafi yang sering lepas, sehingga menambah lecet kulitnya.
"Belum jelas, Rafi harus menjalani berapa kali operasi sampai sehat dan normal total. Terutama di bagian pembentukan alat kelamin, itu kan harus sempurna. Lebih khawatir lagi, karena di sini peralatan teknologinya kan belum ada ya. Tapi berapa tahap operasi pun akan saya jalani. Asal jangan sampai ada yang gagal, kalau gagal Rafi akan kembali ke kondisi semula. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi kalau sampai begitu. Tapi alhamdulillah, teman-teman dan keluarga saya selalu mendukung," tutur Lyra yang berdomisili di Bogor.
Untuk operasi pembuatan Anus dan pembuangan lainnya, setidaknya Lyra dan suaminya membutuhkan uang sekitar Rp 80 juta. Untunglah perusahaan di mana suami Lyra bekerja memberi kemudahan dengan menalangi lebih dulu biaya operasi yang tak bisa dibilang kecil itu. Untuk operasi mengembalikan anus dan lubang kencing ke tempatnya, pasti juga butuh uang dalam jumlah banyak, konon hingga ratusan juta. Lyra dan suaminya bahkan tidak tahu bagaimana mengumpulkan uang sebanyak itu.
"Harapan saya, anak saya sehat. Dia harus normal seperti anak lainnya. Di masa depan, dia juga harus punya keturunan, sekolah, bisa bergaul dengan teman-teman. Makanya saya takut dia minder," ucap Lyra lirih.
Nah, bagi pembaca detikHealth yang berniat memberikan sumbangan untuk si kecil Rafi, bisa mendonasikan bantuannya ke rekening Mandiri atas nama Lyra Famia Rahma di 1320010376029 atau rekening BCA atas nama Chilfi Furqon N di nomor rekening 2861403639.
(/mer)










































