Kisah Sophie, Bayi yang Terlahir dengan 'Separuh' Jantung

Kisah Sophie, Bayi yang Terlahir dengan 'Separuh' Jantung

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 08 Nov 2013 11:31 WIB
Kisah Sophie, Bayi yang Terlahir dengan Separuh Jantung
Sophie Maxwell dan ibunya (Foto: North News and Pictures)
South Tyneside, Inggris - Bayi perempuan bernama Sophie Maxwell ini masih berusia tiga bulan. Di usianya yang masih sangat muda, Sophie harus menjalani operasi jantung sebab saat dilahirkan ia hanya memiliki 'separuh' jantung.

Sophie menderita sindrom hipoplasia di jantung kiri yakni gangguan jantung bawaan langka yang membuat ventrikel di jantung kirinya tidak bisa tumbuh dengan sempurna. Oleh karena itu, Sophie harus menjalani lebih dari dua operasi jantung dan kemungkinan ia akan menjalani transplantasi.

"Meskipun ia sudah melewati berbagai perjuangan untuk bertahan hidup, tapi Sophie adalah bayi perempuan yang sangat bahagia. Jika tidak mengetahui alat bantu jantung yang ia gunakan, Anda tak akan tahu ada sesuatu yang salah dengannya," kata Ibu Sophie, Kerry Anne (27).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat usia kandunganku 20 minggu, dokter mengatakan janinku hanya mempunyai separuh jantung. Aku dan suami sempat berpikir akan menghentikan kehamilan ini. Namun, aku tahu bayiku bisa berjuang untuk tetap bertahan hidup, begitu juga dengan kami," imbuh Kerry, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (8/11/2013).

Pada tanggal 20 Agustus, Sophie lahir di Newcastle's Royal Victoria Infirmary dengan bobot 3,2 kg. Dia kemudian dipindahkan ke unit perawatan jantung anak-anak di city's Freeman Hospital. Operasi jantung terbuka pertama membuat Sophie harus melewati hari-harinya di ventilator selama tiga minggu.

"Menurut tim medis, Sophie akan menjalani operasi jantung kedua saat ia berusia satu tahun lalu operasi selanjutnya saat berusia tiga atau empat tahun. Sisi kiri jantung Sophie tidak bisa bekerja dengan baik hingga ukurannya lebih kecil dari yang seharusnya. Saat ia tumbuh, ia akan lebih mudah terengah-engah dan tidak bisa berjalan jauh," kata Kerry.

Menurut Kerry, ini semua hanya perawatan yang bersifat paliatif karena jantung Sophie tak akan pernah bisa diperbaiki. Bahkan setelah menjalani operasi ketiga, kemungkinan Sophie tetap akan membutuhkan transplantasi jantung. Sindrom hipoplasia jantung kiri adalah kondisi di mana ventrikel kiri tidak bisa berkembang dengan baik.

Pada anak-anak, katup antara ventrikel kiri dan atrium kiri sering tertutup. Akibatnya, pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh ukurannya lebih kecil sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif ke seluruh tubuh. Kebanyakan bayi yang mengalami sindrom ini terlihat sehat saat dilahirkan.

Tapi ia akan mudah terengah-engah jika tidak segera diobati. Kondisi ini tak mungkin disembuhkan tapi kebanyakan anak-anak bisa bertahan setelah melakukan setidaknya tiga kali operasi jantung. Hanya 60 persen pasien yang bisa bertahan hidup setelah melakukan tiga operasi tersebut.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads