Senin, 11 Nov 2013 09:14 WIB

Bisakah Bayi Rafi yang Tak Punya Usus Besar Diobati di Singapura?

- detikHealth
Foto: dok, keluarga Foto: dok, keluarga
Singapura - Rafi RF (3 bulan), bayi dari pasangan suami istri asal Bogor, Jawa Barat, Lyra dan Chilfi, terlahir tanpa usus besar dan anus, kantung kemih yang terbuka, serta alat kelamin yang tak terbentuk sempurna. Dokter mengatakan kondisi ini harus ditangani di Jerman. Adakah alternatif yang lebih dekat?

Membawa bayi Rafi berobat ke Jerman tentu tak mudah bagi Lyra, yang suaminya hanya hanya seorang karyawan swasta. Ia pun berharap ada alternatif yang lebih terjangkau untuk kesembuhan anak keduanya tersebut.

Dr Kelvin Loh, Chief Executive Officer Mount Elizabeth Hospital berpendapat kelainan bawaan seperti yang dialami Rafi sering ditemukan pada bayi-bayi lain. Ia tak hafal data pasti seberapa sering kasus seperti ini ditemukan, tetapi ia yakin perawatannya bisa dilakukan di Singapura, khususnya di Mount Elizabeth Hospital.

"Kalau Anda menanyakan apakah bisa dirawat di sini, jawabannya bisa," kata Dr Kelvin saat ditemui di sela-sela Mount Elizabeth Hospital's Annual Scientific Meeting di Mandarin Orchard, Singapura, dan ditulis pada Senin (11/11/2013).

Dr Kelvin mengatakan rumah sakit yang dipimpinnya punya dokter-dokter bedah yang berpengalaman menangani kondisi seperti bayi Rafi. Ia menyarankan untuk menghubungi salah satu di antaranya guna mengkonsultasikan hal-hal yang lebih teknis terkait bayi tanpa anus seperti halnya bayi Rafi.

Kondisi yang dialami bayi Rafi memang rumit, sebab hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di perutnya tidak ada usus besar. Kandung kemihnya terbuka, organ genital tidak terbentuk sempurna dan untuk buang air ia harus menggunakan colostomy bag. Kini ia dirawat di rumah oleh ibunya dan sesekali kontrol ke RS.

Menurut Lyra, operasi untuk memperbaiki kondisi bayi Rafi harus dilakukan secara bertahap. Bahkan menurutnya, dokter yang menangani bayi Rafi mengatakan bahwa salah satu bagian pada tulang panggul putranya harus dipotong, hal ini dikarenakan posisi tulang Rafi terbuka, tidak menutup seperti anak normal lainnya. Sebagai langkah lanjutan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, dokter akan menutup kantung kemih Rafi yang terbuka. Sebab bila dibiarkan saja, dikhawatirkan akan terjadi infeksi.

Tanpa melihat kondisi Bayi Rafi secara detail melalui pemeriksaan langsung, tentu tak mudah bagi Dr Kelvin maupun dokter bedah anak di rumah sakitnya untuk memastikan peluang kesembuhannya. Namun, jawaban Dr Kelvin bahwa operasi untuk bayi Rafi tidak harus dilakukan di Jerman setidaknya bisa memberikan harapan bagi pasangan Lyra dan Chilfi yang pantang menyerah memperjuangkan kesembuhan buah hatinya.

"Memang kadang-kadang masalahnya bukan hanya tidak punya anus, tetapi ada kelainan lain yang menyertainya," kata Dr Kelvin.

Rafi lahir pada 28 Juli 2013 dengan berat badan 2,2 kg dan tinggi 42 cm. Bayi laki-laki ini hanya memiliki 9 jari kaki, tidak memiliki lubang anus dan usus besar, kantung kemihnya terbuka, serta alat kelaminnya tidak terbentuk sempurna. Untuk membantu buang air besar, dokter telah membuat anus buatan di perut kanan Rafi, namun kerap kali kotoran keluar bukan dari lubang anus buatan namun dari sela-sela jahitan. Seiring bertambahnya usia, Rafi kini semakin sering haus.

Bagi pembaca detikHealth yang berniat memberikan sumbangan untuk si kecil Rafi, bisa mendonasikan bantuannya ke rekening Mandiri atas nama Lyra Famia Rahma di 1320010376029 atau rekening BCA atas nama Chilfi Furqon N di nomor rekening 2861403639. Anda yang memiliki pengalaman serupa dan ingin berbagi cara merawat bayi seperti Rafi juga bisa menghubungi Lyra di lyrafamiarahma@yahoo.com






(up/vit)