Anak yang Dilahirkan Melalui Operasi Caesar Pasti akan Gemuk? Ah Tidak Juga

Anak yang Dilahirkan Melalui Operasi Caesar Pasti akan Gemuk? Ah Tidak Juga

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 12 Nov 2013 09:28 WIB
Anak yang Dilahirkan Melalui Operasi Caesar Pasti akan Gemuk? Ah Tidak Juga
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Queensland - Operasi caesar biasanya menjadi opsi bagi dokter dan calon ibu jika memang ada kemungkinan yang membuat proses kelahiran normal tak mungkin dilakukan. Sering ditakutkan akan membuat si bayi di masa depan cenderung obesitas, tim peneliti dari Australia meneliti hal ini dan membantahnya.

Peneliti dari University of Queensland ini menuturkan bahwa meskipun beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat dari operasi caesar dan risiko obesitas, namun mereka melalui hasil penelitiannya bisa membuktikan kembali bahwa dua hal tersebut tidak memberi pengaruh secara signifikan. Dari para responden berusia 21 tahun yang terlibat, mereka mengungkapkan bahwa ukuran pinggang responden tidak memiliki keterkaitan dengan cara mereka dilahirkan.

"Data ini tidak mendukung gagasan bahwa operasi caesar adalah alasan anak-anak menjadi obesitas. Walaupun baik operasi caesar maupun tingkat anak obesitas sedang meningkat, namun keduanya tidak berhubungan," ujar Dr Loralei Thornburg, ahli kehamilan berisiko tinggi di University of Rochester Medical Center, New York, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar memang tidak terkena bakteri di jalan lahir seperti bayi yang dilahirkan melalui vagina. Hal ini menimbulkan sebuah teori bahwa bakteri tersebut dapat melindungi anak dari obesitas di kemudian hari.

"Hanya karena Anda terpaksa harus melakukan operasi caesar, bukan berarti Anda telah memberatkan hidup anak Anda karena membuatnya obesitas. Ada begitu banyak hal lain yang memberi pengaruh lebih kuat terhadap obesitas," tutur Dr Loralei, seperti dikutip dari News Max Health, Selasa (12/11/2013).

Meskipun demikian, Dr Loralei menegaskan bahwa meskipun sebagian wanita bisa memilih apakah ia ingin melahirkan secara normal atau melalui operasi caesar, lebih baik mereka melahirkan secara normal saja. Mengapa?

"Setiap orang harus menghindari dilakukannya pembedahan perut besar jika memang mereka bisa. Melakukan operasi caesar berarti meningkatkan risiko adanya bekas luka, infeksi dan komplikasi di masa depan.

Pernyataan Dr Loralei didukung oleh rekomendasi American College of Obstetricians dan Gynecologists. Mereka mengatakan bahwa proses melahirkan normal lebih direkomendasikan ketika tidak ada tanda-tanda bahwa ibu atau bayi terpaksa harus melakukan operasi caesar.

(ajg/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads