Melalui temuan ini, para peneliti percaya mereka akan terbantu untuk memahami perkembangan atipikal pada beberapa bayi yang salah satunya bisa jadi indikasi autisme pada anak. "Temuan kami mungkin juga relevan untuk memprediksi gangguan di awal perkembangan bayi misalnya autisme di mana ada diskriminasi terhadap dirinya atau orang lain," kata mahasiswa PhD di Birkbeck College, London, Maria Laura Filippetti .
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keseluruhan informasi dari indra yang berbeda adalah bagian penting dari kesadaran diri. Jika seseorang melihat wajah orang lain disentuh sementara wajah mereka juga disentuh, persepsi mereka akan dirinya pun berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, peneliti menyentuh wajah bayi yang melihat video tersebut. Hasilnya menunjukkan bayi menunjukkan minat yang lebih besar saat melihat wajah bayi lain ketika wajah mereka sendiri juga dibelai. Selain itu, ditemukan juga bayi kurang tertarik ketika wajah mereka tidak dibelai karena merasa kurang 'terhubung' dengan diri mereka. Hasil studi yang diterbitakan dalam Current Biology ini mengatakan bahwa bayi yang baru lahir adalah makhluk yang kompeten.
Seaian itu, mereka juga mampu membedakan diri dari orang lain dengan membentuk persepsi yang melekat dengan tubuh mereka. Peneliti percaya kondisi seperti autisme salah satunya ditandai dengan kurangnya kesadaran diri. "Selama bertahun-tahun, penelitian tentang autisme selalu difokuskan pada penurunan nilai ketika anak melakukan interaksi sosial," kata Filippetti, demikian dilansir Daily Mail, Senin (25/11/2013).
"Kami percaya hal ini penting untuk menjadi dasar penelitian lebih lanjut yang secara khusus mengamati persepsi diri pada sebuah populasi serta hubungan diri orang yang bersangkutan dengan orang di sekitarnya," pungkas Filippetti.
(/up)











































