Akilah, seorang bayi 10 bulan tengah dirawat di RSCM akibat sirosis hati yang membuat perutnya membengkak. Hasil pemeriksaan, bayi ini mengidap atresia bilier, penyakit langka yang dulu pernah merenggut nyawa bayi Bilqis.
"Kondisinya sudah agak mendingan, perutnya sudah lebih kecil dan sekarang sudah mendapat ruang di bedah anak," kata Tri Setyo, ayah Akilah Janeta Putri, saat ditemui di kontrakannya, di tepi Kali Ciliwung, tak jauh dari RS Cipto Mangunkusumo, Kamis sore (28/11/2013).
Diberitakan detikHealth sebelumnya, perut Akilah sempat membengkak hebat hingga mencapai diameter 62 cm. Ia didiagnosis mengalami sirosis hepatis atau pengerasan hati, dan hasil pemeriksaan terbaru yang ditunjukkan Tri Setyo menunjukkan bayi malang ini mengidap atresia bilier.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini kita sebut hipertensi portal," kata dr Hanifah Oswari, SpA(K), konsultan gastroenterohepatologi (hati dan saluran cerna) anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang banyak menangani pasien anak dengan atresia bilier.
Dijelaskan dr Hanifah, ada 2 kemungkinan yang menyebabkan perut membesar seperti yang dialami Akilah. Kemungkinan pertama, tekanan pada pembuluh darah vena porta yang ada di hati akan membuat cairan keluar dan mengisi perut.
Kemungkinan lainnya, tekanan yang tinggi pada pembuluh darah vena porta ini tadi membuat darah dari limpa masuk ke hati.
Tentu saja, atresia bilier bukan satu-satunya penyebab sirosis hati. Radang hati akibat infeksi virus hepatitis B dan C maupun perlemakan hati (fatty liver) akibat banyak mengonsumsi alkohol juga bisa menyebabkan hari mengeras. Namun pada anak, sirosis lebih banyak disebabkan oleh atresia bilier.
"Cepat sekali prosesnya. Hanya dalam 3 bulan, atresia bilier sudah bisa menyebabkan sirosis," kata dr Hanifah.
(up/)











































