Penelitian bari dari University of Western Sydney menunjukkan bahwa bayi laki-laki lebih memilih objek mainan dengan rupa wajah daripada mesin. Peneliti dari Institute Marcs Babylab di University of Western Sydney mengukur preferensi bayi berusia lima bulan untuk melihat sifat feminin dan macho di setiap bayi.
Mereka menunjukkan gambar manusia laki-laki, wanita, boneka, mobil, dan kompor kepada lima bayi. Peneliti kemudian mengukur berapa lama tatapan mereka terhadap gambar. Nah, peneliti menemukan layaknya bayi perempuan, bayi laki-laki lebih lama memandang boneka ketimbang mobil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paola menambahkan, penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa anak laki-laki usia tiga tahun lebih memilih bermain dengan mainan konstruksi dan transportasi sedangkan anak perempuan lebih memilih boneka.
Namun, dengan menggunakan state-of-the-art eye-tracking technology, ditemukan bahwa preferensi gender tidak berlaku bagi bayi berumur lima bulan. Sebab, kondisi ini adaah hasil dari perubahan fisiologis, perkembangan kognitif, atau tekanan sosial. Demikian dikutip dari Medical Xpress, Rabu (25/12/2013).
Sedangkan, menurut Paola, penelitian ini memberi bukti ilmiah baru untuk hubungan alami bayi laki-laki yang suka dengan boneka. Meskipun, perdebatan tentang perbedaan gender pada anak-anak yang lebih tua masih diperedebatkan.
"Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengisi kesenjangan saat bayi berusia lima bulan sampai tig atahun untuk menentukan apakah alam atau memang kondisi lingkungan yang menimbulkan adanya stereotip pada maianan anak-anak," pungkas Paola.
(rdn/vit)











































