Studi: Bayi Laki-laki Lebih Tertarik Boneka Daripada Mobil-mobilan

Studi: Bayi Laki-laki Lebih Tertarik Boneka Daripada Mobil-mobilan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 25 Des 2013 13:04 WIB
Studi: Bayi Laki-laki Lebih Tertarik Boneka Daripada Mobil-mobilan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Sydney - Di masyarakat, menjadi hal yang lumrah jika bayi perempuan diidentikkan dengan mainan berupa boneka dan bayi laki-laki dengan robot atau mobil-mobilan. Padahal, sebenarnya bayi laki-laki lebih tertarik dengan boneka lho. Bagaimana bisa?

Penelitian bari dari University of Western Sydney menunjukkan bahwa bayi laki-laki lebih memilih objek mainan dengan rupa wajah daripada mesin. Peneliti dari Institute Marcs Babylab di University of Western Sydney mengukur preferensi bayi berusia lima bulan untuk melihat sifat feminin dan macho di setiap bayi.

Mereka menunjukkan gambar manusia laki-laki, wanita, boneka, mobil, dan kompor kepada lima bayi. Peneliti kemudian mengukur berapa lama tatapan mereka terhadap gambar. Nah, peneliti menemukan layaknya bayi perempuan, bayi laki-laki lebih lama memandang boneka ketimbang mobil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agak mengejutkan jika saat ini yang berkembang di masyarakat adalah anak laki-laki selalu dibelikan mobil-mobilan sedangkan anak perempuan dibelikan boneka padahal ilmu pengetahuan menunjukkan anak laki-laki lebih suka boneka," kata ketua tim peneliti dr Paola Escudero dari UWS Marcs Institute.

Paola menambahkan, penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa anak laki-laki usia tiga tahun lebih memilih bermain dengan mainan konstruksi dan transportasi sedangkan anak perempuan lebih memilih boneka.

Namun, dengan menggunakan state-of-the-art eye-tracking technology, ditemukan bahwa preferensi gender tidak berlaku bagi bayi berumur lima bulan. Sebab, kondisi ini adaah hasil dari perubahan fisiologis, perkembangan kognitif, atau tekanan sosial. Demikian dikutip dari Medical Xpress, Rabu (25/12/2013).

Sedangkan, menurut Paola, penelitian ini memberi bukti ilmiah baru untuk hubungan alami bayi laki-laki yang suka dengan boneka. Meskipun, perdebatan tentang perbedaan gender pada anak-anak yang lebih tua masih diperedebatkan.

"Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengisi kesenjangan saat bayi berusia lima bulan sampai tig atahun untuk menentukan apakah alam atau memang kondisi lingkungan yang menimbulkan adanya stereotip pada maianan anak-anak," pungkas Paola.

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads