Bayi yang telah minum susu namun kemudian mengeluarkan sebagian susu yang ia telan disebut dengan gumoh. Umumnya kondisi ini terjadi sampai bayi berusia 3 bulan. Seiring bertambahnya usia bayi, umumnya ketika bayi mulai berusia 6 bulan, gumohnya semakin berkurang.
Menurut dr Marissa T.S. Pudjiadi, SpA dkk dalam buku '250 Tanya Jawab Kesehatan Anak', yang dikutip detikHealth pada Senin (27/1/2014), menyebut beberapa hal fisiologis yang menyebabkan bayi gumoh adalah volume lambung bayi yang masih kecil atau klep lambungnya belum berfungsi sempurna.
Gumoh sebenarnya normal terjadi, apabila dalam sehari terjadi tidak lebih dari 4-5 kali. Bila lebih dari itu, ada baiknya si kecil dibawa ke dokter. Gumoh juga dikatakan masih normal apabila bayi tetap aktif dan minum ASI dengan baik. Selain itu, berat badan dan tinggi badan normal bila dicek di kurva pertumbuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan lupa, setelah bayi selesai menyusu, upayakan untuk membuatnya bersendawa. Caranya adalah dengan menggendongnya dalam posisi tegak, kemudian tepuk-tepuk punggungnya selama 15-20 menit.
Meskipun tampak wajar, tapi gumoh jangan sampai berlebihan. Sebab gumoh yang berlebihan dapat melukai tenggorokan bayi. Jika sudah luka, maka bayi jadi enggan makan sehingga dampaknya bisa kekurangan gizi dan mengalami gangguan pertumbuhan.
(/mer)











































