Di China, Ilmuwan Coba 'Bikin' Bayi Pintar

Di China, Ilmuwan Coba 'Bikin' Bayi Pintar

- detikHealth
Kamis, 06 Mar 2014 11:15 WIB
Di China, Ilmuwan Coba Bikin Bayi Pintar
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di Amerika para ilmuwan berupaya memetakan genome manusia agar bisa menyembuhkan penyakit paling kronis yang biasanya menggerogoti manusia saat menua seperti kanker, Alzheimer atau sakit jantung. Namun di China, ada peneliti yang berupaya menciptakan bayi pintar.

Bertempat di sebuah lab bekas pabrik sepatu di Shenzhen, China, sekumpulan peneliti mulai menggarap riset ambisius untuk mencari gen-gen dalam tubuh manusia yang berkaitan dengan tingkat intelijensia manusia atau IQ.

Tim ini diketuai seorang peneliti muda bernama Zhao Bowen, yang percaya bahwa lebih dari 60 persen tingkat kepandaian seseorang dipengaruhi oleh IQ orang tuanya. Dan dengan proyek ini, pria berusia 21 tahun itu berupaya membuktikan teori tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zhao tidak bekerja sendiri. Ia adalah salah satu staf peneliti yang bekerja di bawah sebuah perusahaan biotek raksasa, BGI yang mungkin mempunyai mesin pengurai gen terbanyak di dunia. Padahal menurut Zhao, salah satu dari mesin itu sanggup menghasilkan ribuan data.

Data-data itu diambil dari susunan genetik lebih dari 2.000 orang terpandai yang bisa ditemukan oleh BGI. Sebagian besar dari mereka merupakan ilmuwan dan ahli matematika.

"Untuk itu kami sedang mencari orang-orang pintar, atau mereka yang IQ-nya lebih tinggi dari 145. Kami ingin mengetahui apa kesamaan mereka," tandas Zhao seperti dikutip detikHealth dari CBS News, Kamis (6/3/2014).

Itu berarti proyek pencarian 'gen pintar' ini bisa jadi cikal bakal adanya tes untuk mengetahui apakah seorang bayi ditakdirkan terlahir pintar atau tidak sejak ia masih berbentuk embrio.

Toh sekarang para calon orang tua bisa menggunakan tes genetik tak hanya untuk mengetahui apakah embrio calon anak mereka terserang penyakit tertentu atau tidak, tapi juga memilih jenis kelamin dan karakteristik fisik lainnya. Dan dari situ BGI yakin suatu saat akan ada tes serupa tapi untuk menentukan IQ seorang anak.

Namun tak dapat tak dipungkiri selain dianggap kontroversial, studi ini juga menimbulkan ketakutan sendiri, apalagi bila China berhasil menciptakan anak yang 'dirancang' khusus untuk sempurna, misal cantik atau pintar karena ini terkadang hanyalah sesuatu yang berbau fiksi ilmiah, atau sulit untuk direalisasikan.

Menanggapi proyek tersebut, direktur National Human Genome Research Institute dari National Institutes of Health, Dr Eric Green mengatakan untuk bisa menemukan hal semacam itu, ilmu genetik yang dipahami manusia masa kini belum sampai sejauh itu.

"Saya lihat peneliti mungkin lebih bisa menemukan hal-hal yang berkaitan dengan gangguan mental atau Alzheimer daripada tes genetik untuk anak super," timpalnya.

Meski begitu Zhao dan rekan-rekannya tetap yakin jika proyek mereka akan menghasilkan sesuatu. Saat ditanya apa yang menjadi tujuan akhirnya dalam studi ini, Zhao pun mantap mengatakan 'demi membantu setiap orang agar bisa memahami diri sendirinya dan menciptakan dunia yang lebih baik'. Semoga.



(lil/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads