Banyak teori yang berkembang seputar apa yang menyebabkan terjadinya sindrom ini. Trauma, benturan, hingga infeksi pernah dikemukakan oleh para ahli sebagai jawabannya. Kini penelitian terbaru dari Adelaide University punya jawaban baru perihal sindrom tersebut.
"Untuk pertama kalinya kami mempunyai temuan baru yang mendukung bahwa teori hipoksia merupakan alasan paling mungkin mengapa bayi-bayi pada kasus SIDS bisa mati mendadak," papar Profesor Roger Byard dari Adelaide University seperti dikutip dari ABC Australia, Senin (21/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof Byard melanjutkan bahwa protein APP yang muncul pada bayi yang meninggal karena SIDS tidak menunjukkan adanya cedera karena infeksi, trauma, dan benturan. Namun kecocokan muncul pada cedera karena sesak napas dan kekurangan oksigen.
"APP yang muncul pada bayi SIDS identik dengan APP pada bayi yang meninggal karena sesak napas dan asfiksia. Namun bukan berarti bayi-bayi tersebut meninggal karena sesak napas atau asfiksia, melainkan penyebab utama kedua penyakit tersebut yaitu kekurangan oksigen," sambung Prof Byard lagi.
Direktur Eksekutif dari organisasi SIDS and Kids, Leanne Raven, mengatakan bahwa penemuan terbaru tentang penyebab terjadinya SIDS pada bayi memberikan secercah harapan bagi grup ini. Ia berharap pencegahan kematian bayi akibat sindrom ini dapat diteliti lebih lanjut.
"SIDS selalu dijadikan diagnosis terakhir ketika para dokter tidak bisa menemukan penyebab pasti kematian si bayi. Hal ini tentunya membuat orang tua dan keluarga yang ditinggal sering kali tidak puas dan sulit menerima kematian bayinya," pungkas Leanne.
(vta/vta)











































