"Salah satu cara menenangkan bayi adalah shushing atau memberikan suara. Karena selama 9 bulan di rahim, janin tidak ada di tempat hening. Ada aliran darah, desis usus. Karena itulah untuk menenangkan bayi yang menangis, seorang ibu biasanya mengatakan 'ssh..ssh...ssh'," papar dr Wiyarni Pambudi SpA dalam 'Smart mum media and bloggers gathering-spring/summer catalogue' di SHY Rooftop, Jl Kemang Raya No 83H, Kemang, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Jumat (2/5/2014).
Agar bayi baru lahir tenang saat tidur, ada baiknya para ibu menyalakan benda-benda yang bisa mengeluarakan suara lembut yang kontinyu. Misalnya saja suara AC maupun vacum cleaner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lain menenangkan bayi adalah dengan mengayun bayi. Ingat ya, mengayun dengan lembut ke kanan dan ke kiri, bukan rocking alias menggoyang-goyangkannya ke atas dan ke bawah. Mengayun bayi dengan lembut adalah kegiatan yang menenangkan bayi karena mengingat masa-masa di dalam rahim. Ketika ibu berjalan ke sana-ke mari, janin merasa seperti diayun.
Saat lahir, bayi memang telah memiliki sejumlah reflek. Selain reflek mengisap untuk memudahkan menyusu pada ibunya, bayi juga memiliki reflek moro atau reflek kejut. Pada saat terkejut karena reflek ini, tangan bayi akan memposisikan seperti petinju. Refleks ini membantu bayi beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Ada baiknya juga bayi ditidurkan tengkurap, namun jangan ada bantal di sekitarnya dan harus dipantau. Sebab jika tidak dipantau, saat bayi kesulitan bernapas maka tidak diketahui orang tuanya.
(vit/up)











































