Lanjutan dari artikel sebelumnya, berikut beberapa masalah kesehatan yang mengancam bayi prematur dalam jangka panjang, seperti dikutip dari CNN, Senin (19/5/2014):
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
1. Cerebral palsy
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
1. Cerebral palsy
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
2. Keterampilan kognitif terganggu
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
2. Keterampilan kognitif terganggu
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
3. Masalah penglihatan
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Kadang-kadang pembuluh retina yang abnormal secara bertahap membentuk bekas luka di retina, menariknya keluar dari posisi. Bila retina menjauh dari bagian belakang mata itu disebut ablasi retina, suatu kondisi yang jika tidak terdeteksi dapat mengganggu penglihatan dan menyebabkan kebutaan.
3. Masalah penglihatan
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Kadang-kadang pembuluh retina yang abnormal secara bertahap membentuk bekas luka di retina, menariknya keluar dari posisi. Bila retina menjauh dari bagian belakang mata itu disebut ablasi retina, suatu kondisi yang jika tidak terdeteksi dapat mengganggu penglihatan dan menyebabkan kebutaan.
4. Masalah pendengaran
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
4. Masalah pendengaran
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
5. Masalah gigi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
5. Masalah gigi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
6. Masalah perilaku dan psikologis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
6. Masalah perilaku dan psikologis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
7. Masalah kesehatan kronis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Bayi prematur lebih mungkin memiliki masalah kesehatan kronis, beberapa di antaranya mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Infeksi, asma dan masalah makan lebih mungkin berkembang atau bertahan hingga bayi tumbuh lebih dewasa. Lahir prematur juga meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak.
Untuk beberapa bayi prematur, masalah kesehatan mungkin tidak muncul sampai kemudian di masa kanak-kanak atau bahkan dewasa. Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi prematur mungkin menghadapi peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung di usia dewasa.
7. Masalah kesehatan kronis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Bayi prematur lebih mungkin memiliki masalah kesehatan kronis, beberapa di antaranya mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Infeksi, asma dan masalah makan lebih mungkin berkembang atau bertahan hingga bayi tumbuh lebih dewasa. Lahir prematur juga meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak.
Untuk beberapa bayi prematur, masalah kesehatan mungkin tidak muncul sampai kemudian di masa kanak-kanak atau bahkan dewasa. Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi prematur mungkin menghadapi peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung di usia dewasa.











































