Setelah memberikan suara dari dua bahasa yang berbeda, Inggris dan Spanyol, para peneliti melihat gambar pola dari bayi-bayi tersebut. Para peneliti melihat pola pada area otak yang menganalisis suara serta area motorik yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan ucapan.
Dari hasil tersebut, bayi dengan umur 7 bulan memiliki respon yang sama dengan suara yang dikeluarkan dari alat pengeras suara tersebut. Baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Spanyol. Sedangkan pada bayi berumur 11 bulan, hanya bahasa Inggris saja yang terlihat ada pergerakan pada area motorik di otak mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Kuhl menambahkan bahwa bayi dengan umur di atas 7 bulan memiliki otak yang sudah berkembang. Oleh karena itu bayi dengan umur 11 bulan lebih tergerak dengan suara yang sudah mereka kenal sebelumnya, yaitu bahasa Inggris. Selain itu bayi juga lebih mengenal suara yang diucapkan secara langsung daripada suara rekaman seperti suara televisi.
"Ketika (bayi) melihat TV, mereka terlihat tertarik tapi otak mereka tidak belajar sesuatu," imbuh Kuhl, seperti dikutip dari CNN, Kamis (17/7/2014).
Menambahkan pernyataan Kuhl, Dr. Gordon Ramsay,Direktur Laboratorium Komunikasi Lisan dari Marcus Autism Centre di Atlanta, mengatakan bahwa ada banyak elemen yang mempengaruhi bayi untuk dapat berbicara. Elemen-elemen tersebut antara lain pengalaman, interaksi sosial, dan juga aktivitas motorik.
"Semua komponen ini harus berjalan bersamaan secara alami antara sang anak, pengasuh, dan juga lingkungan, jika si anak sedang berada dalam proses berbicara suatu bahasa," ujar Ramsay.
(up/up)











































