Meski begitu, kini semua ibu tak perlu khawatir jika sang buah hati terlahir prematur. Peneliti dari Swiss menemukan salah satu hormon yang dapat mencegah cedera otak pada bayi prematur. Hormon ini disebut dengan hormon erythropoletin (EPO) yang biasa digunakan secara ilegal oleh atlet untuk menambah performa mereka.
Pada bayi prematur, hormon ini diberi sebanyak tiga dosis untuk menghindari cedera pada otak. EPO sendiri merupakan hormon yang merangsang produksi sel darah merah. Oleh karena itu, hormon ini dapat menangani penyakit anaemia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, penelitian ini tetap perlu diteliti kembali. Seperti dikatakan oleh dr Jane Hawdon dari Barts Health NHS Trust, pengobatan yang dapat mengurangi masalah jangka panjang pada bayi prematur diharuskan penelaahan lebih lanjut.
"Ini juga penting untuk dicatat bahwa sebagian besar bayi prematur tidak menderita cedera otak yang signifikan," lanjutnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (28/8/2014).
Selain dengan pemberian hormon, kondisi bayi prematur juga bisa dipulihkan dengan berbagai cara lainnya. Menyanyi dan menggendong bayi yang prematur setelah beberapa minggu kelahirannya, juga dapat memulihkan kondisi bayi.
(up/up)











































