Menurut dr Utami Roesli, SpA SpA, MBA IBCLC FABM, kondisi seperti ini memang wajar terjadi. Biasanya terjadi pada usia hingga 1-1,5 bulan. Usus bayi yang baru lahir karena belum terpakai jadi masih memiliki rongga-rongga yang harus diperbaiki dengan ASI.
"Pada saat di kandungan sistem pencernaan bayi kan tidak terpakai. Usus jadinya tidak bekerja. Nah, ASI ini membersihkan usus-usus. Reaksinya dengan diare itu," jelas dr Utami kepada detikHealth saat ditemui di 'Puncak Perayaan Pekan ASI Sedunia Tingkat Nasional 2014' dan ditulis pada Senin (15/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah lewat dari masa tersebut, bayi sudah bisa menyerap makanan secara baik karena usus sudah siap mencerna. Sementara untuk kualitas ASI,dr Utami menyatakan semua ibu sama. Kualitas ASI yang dimiliki sama besarnya dan sama baiknya. Itu semua bergantung kepada tingkat stres yang dimiliki oleh ibu.
Ibu yang tidak percaya diri akan membuat saluran keluarnya ASI di payudara akan terhambat. Ibu yang dipisahkan dari anaknya saat baru lahir pun akan membuat sang bayi tidak bisa merangsang keluarnya ASI dari payudara. Untuk itulah, dr Utami selalu mengingatkan para tim medis untuk
memberikan ibu kesempatan selama 1 jam saat bayinya baru lahir untuk disusui.
"Harus didekatkan dengan ibunya agar langsung disusui. Setetes dua tetes ASI saja bagus untuk memperbaiki usus bayi," tutup dr Utami.
(ajg/ajg)











































