Awalnya, pasangan suami istri Strnadova Silvia (26) dan Miroslav (30) yang merupakan pecandu obat terlarang membawa bayinya ke RS. Menurut juru bicara RS, waktu itu si bayi sudah dalam keadaan tak sadar.
Setelah diperiksa oleh dokter, si bayi berada dalam keadaan kritis dan sudah diberi obat dosisi tinggi. Tetapi, bayi itu tetap tak memberi respons hingga dokter mengatakan si bayi mengalami mati otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar kabar ini, salah satu tetangga Jana Trznikova (36) mengatakan lingkungan sekitar sudah tahu bahwa Silvia dan suaminya adalah pecandu obat-obatan terlarang, terutama sabu. Pasangan suami istri ini pun dikenal jarang bergaul dan kerap berdiam di apartemen mereka.
"Saya sangat prihatin dengan kondisi bayi itu. Saya merasa harusnya pekerja sosial mengambil langkah lebih dulu untuk bisa menyelamatkan anak itu dari bahaya yang ditimbulkan orang tuanya yang merupakan pengguna obat terlarang," tutur Jana.
Saat ini, Silvia dan Miroslav ditahan polisi sementara proses penyelidikan masih berlangsung. Menurut keterangan polisi, Miroslav mengaku memberi bayinya sabu agar berhenti menangis. Mereka berdua dikenai pasal pengabaian anak dan kelalaian yang membahayakan nyawa anak. Tuduhan bisa saja berubah jika si anak sampai meninggal.
(rdn/vta)










































