Lahir Prematur, Bayi Ini Bertahan Hidup Berkat Kantong Plastik

Lahir Prematur, Bayi Ini Bertahan Hidup Berkat Kantong Plastik

- detikHealth
Rabu, 15 Okt 2014 15:15 WIB
Lahir Prematur, Bayi Ini Bertahan Hidup Berkat Kantong Plastik
Connor dan ibunya (Foto: SWNS/Mirror)
Buckinghamshire, Inggris - Mengalami pecah ketuban di usia kandungan 22 minggu membuat Rachel Crockett (25) harus melahirkan putranya, Connor secara prematur saat usia kandungannya baru 23 minggu. Tapi siapa sangka, sempat didiagnosa meninggal, Connor berhasil selamat berkat tas kantong plastik.

Menurut Rachel, langkah tersebut diambil dokter untuk mereplikasi kehangatan rahim ibu. Sebab, bayi permatur seperti Connor sangat rentan terhadap hipotermia. Kantong yang dilengkapi dengan alat pengatur suhu ini digunakan untuk menutupi bagian leher ke bawah.

"Di kantong itu juga terdapat selang untuk mengalirkan oksigen. Apalagi kulit bayi terlalu tipis jika harus menyesuaikan dengan suhu di inkubator. Butuh perjuangan untuk melahirkan Connor sampai-sampai saya harus berbohong," tutur Rachel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (15/10/2014) pada November tahun lalu Rachel mengalami pecah ketuban dan ia pun pergi ke Milton Keynes Hospital di Buckinghamshire. Agar bayinya bisa dilahirkan, Rachel harus ke RS yang dilengkapi dengan fasilitas neonatal dan prenatal, salah satunya John Radcliffe Hospital di Oxford.

"Untuk dirujuk ke sana perdarahan saya harus berhenti. Akhirnya saya berbohong dan mengaku sudah tidak perdarahan lagi. Tepat besoknya, tanggal 8 November, Connor lahir dengan berat tak lebih dari satu kg," kisah Rachel.

Setelah diletakkan di 'tas kantong plastik' selama beberapa waktu, perlahan Connor sudha bisa diletakkan di inkubator. Total, bayi mungil itu harus menghabiskan 75 hari pertamanya di RS. Ia juga harus menjalani beberapa operasi antara lain operasi mata karena pasokan oksigen yang kurang membuat retinanya didominasi warna putih.

Connor juga harus melewati operasi untuk mengatasi ususnya yang bolong. Jamur meningitis yang sempat menyerangnya pun segera diatasi dengan konsumsi antibiotik. Sebelum dipulangkan ke RS, Connor haru smenghabiskan waktu 2 minggu di Stoke Mandeville Hospital dekat rumahnya.

Rachel dan suaminya Craig Walkow mengaku bersyukur Connor bisa bertahan hingga saat ini ia berusia 1 tahun. Meskipun paru-parunya masih dalam tahap perkembangan dan ia masih butuh bantuan pasokan oksigen, diharapkan tidak terjadi hambatan perkembangan mental atau fisik pada bocah itu.

"Ketika ibu harus melahirkan di usia kehamilan 23 atau 24 minggu karena komplikasi, keputusan untuk merawat bayinya harus dirancang sesuai kebutuhan dan sebelumnya harus dikonsultasikan dengan ahli yang kompeten," kata juru bicara Milton Keynes Hospital.

(rdn/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads