Bantu Bayi Lahir Berbobot Rendah dengan Jadi Relawan Inkubator

Bayi dalam Inkubator

Bantu Bayi Lahir Berbobot Rendah dengan Jadi Relawan Inkubator

- detikHealth
Kamis, 30 Okt 2014 19:04 WIB
Bantu Bayi Lahir Berbobot Rendah dengan Jadi Relawan Inkubator
(Foto: Dika/detikHealth)
Jakarta -

Tidak semua bayi yang berbobot rendah saat lahir bisa mendapat perawatan memadai di inkubator. Nah, untuk membantu bayi-bayi yang membutuhkan inkubator, tim laboratorium NICU (Neonatal Intensive Care Unit) Departemen Teknik Mesin, Universitas Indonesia, menawarkan masyarakat untuk menjadi relawan inkubator.

Tim tersebut selama ini sudah membuat inkubator 'rumahan' yang memiliki daya 40 watt dan bisa dibawa dengan mudah. Nah, bagi masyarakat yang memerlukan bisa meminjam inkubator ini. Tapi untuk warga di luar Depok dan Jakarta tentu kesulitan meminjam alat ini. Sehingga tercetuslah ide relawan inkubator.

Guru Besar Teknik Mesin Universitas Indonesia, Prof Dr Ir Raldi Artono Koestoer, DEA yang memimpin pembuatan inkubator ini mengatakan jika ada yang ingin menjadi relawan inkubator dipersilakan menghubungi Tim NICU Universitas Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada banyak persayaratan untuk jadi agen relawan, selain harus mau ngurusin kaya kita maka harus hijrah dulu hatinya untuk memberikan layanan dan secara finansial harus stabil. Karena jika ekonominya tidak stabil dikhawatirkan akan tergoda untuk mengomersilkan inkubator tersebut," ucap Prof Raldi saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (30/10/2014).

Para calon agen akan diwajibkan untuk mendanai sendiri seluruh proses pembuatan inkubator Grashof tersebut sampai pada proses pengiriman. Sedangkan untuk perawatan dan perbaikan bisa diserahkan langsung pada Tim NICU Universitas Indonesia.

"Dengan modal Rp 5 juta para calon akan mendapat 2 inkubator dan itu dananya dari agen sendiri. Misal ingin menyelamatkan bayi di Yogya bisa minta tolong ke sini. Dengan modal itu dia nanti kita akan bantu membuatnya. Nanti dia akan mengelola sama halnya dengan mengelola di sini," tambah Prof Raldi.

Ada sejumlah persyaratan bagi mereka yang tertarik untuk menjadi relawan inkubator:

1. Calon agen relawan harus sudah berumur di atas 30 tahun. Bilamana di bawah 30 tahun masih diperbolehkan namun dengan pertimbangan khusus.

2. Para calon agen diharapkan mau dan mampu menyumbang satu unit inkubator yang nanti akan ditempatkan di lokasi calon untuk dipinjamkan secara gratis, di mana 1 unit inkubator Grashof dibanderol Rp 2,5 juta. Sedangkan, bila calon agen berumur di atas 50 tahun, maka diharapkan untuk bisa menyumbang 2 unit sekaligus.

3. Calon institusi diharapkan menyumbang minimal 2 unit, yang nanti akan ditempatkan di lokasi institusi tersebut. Dianjurkan untuk melengkapinya dengan 1 unit lampu fototerapi untuk bayi penderita bayi kuning seharga Rp 1,25 juta.

4. Seluruh biaya dan transportasi unit inkubator dari pusat pembuatan ke lokasi agen, menjadi tanggung jawab calon agen.

5. Bila agen dapat mengembangkan sendiri maka dimungkinkan bagi calon yang nanti menjadi koordinator agen (relawan) mempunyai karyawan profesional yang membantu kelancaran layanan peminjaman gratis inkubator ini. Tentu saja payroll karyawan menjadi tanggungan koordinator agen.

6. Agen tidak diperkenankan menerima pembayaran apapun dari aktivitas peminjaman inkubator ini dari peminjam ataupun keluarga peminjam, namun diperkenankan menerima sumbangan dari pihak ketiga lain yang memang dengan sukarela menyumbang untuk menolong bayi prematur. Bila suatu saat nanti, setelah bayi sehat dan normal, orang tua bayi ingin menyumbang untuk membantu kegiatan sosial ini, barulah agen diperkenankan untuk menerima sumbangan tersebut, yang tentu saja sukarela tanpa paksaan, berapa saja harus diterima.

7. Agen dianjurkan untuk mempromosikan dengan cara non-komersial, agar lebih banyak bayi prematur tertolong di daerahnya.

8. Mereka yang berminat untuk menjadi agen diminta untuk mengirim biodata sebanyak 2 halaman dalam bentuk email attachment dan dikirim langsung ke Raldi Artono Koestoer dengan alamat email koestoer@eng.ui.ac.id. Atau bisa mengirim SMS ke 085659312070 (Center SMS Tim Inkubator UI).

"Ini memang nggak kita patenkan. Kita dari 22 Januari 2012 sudah ada 200 bayi yang terselamatkan karena ini. Jabodetabek sudah banyak tambah, di luar ini tambah 20 persen jumlahnya," ujar Prof Raldi.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads